RELUNG.ID – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kini bersiap untuk menjadi Green Global Regency.
Hal ini menyusul pasca perhelatan internasional Asean Mayors Forum (AMF) 2023 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini mengangkat tema, mengkatalisasi pertumbuhan regional melalui pembangunan berkelanjutan kota ASEAN.
Baca Juga: Samsung Galaxy S20 FE 4G Dapat Pembaruan Keamanan, Ini Daftar Wilayahnya
Pj Bupati Muba, Apriyadi melalui Kepala Bagian Kerja Sama Setda Muba, Dicky Meiriando mengatakan, ada lima isu penting yang dibahas dalam AMF 2023 ini.
Kelima isu tersebut yaitu, pertumbuhan ekonomi inklusif, transformasi digital, kota tangguh dan aksi iklim, pelokalan tujuan pembangunan berkelanjutan, dan mobiltan berkelanjutan untuk mempercepat Zero Emisi.
“Isu yang diangkat ini sejalan dengan program yang tengah dijalankan Pemkab Muba,” katanya, Jumat (4/8).
Baca Juga: Bawa Pil Ekstasi 9.930 Butir, Kakek 66 Tahun di Palembang Ditangkap
Sejak 2017 Pemkab mulai telah melakukan beberapa isu tersebut diantaranya, transformasi digital, dengan memulai program Smart Regency yang kemudian ditetapkan masuk dalam gerakan 100 Smart City Indonesia di tahun 2018.
Di tahun 2017 juga, Muba telah mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Lestari atau Green Regency dan bergabung dalam Lingkat Temu Kabupaten Lesatari (LTKL).
Hal ini tujuannya untuk mewujudkan pembangunan kabupaten yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi saja melainkan juga aspek sosial dan aspek lingkungan yang dilaksanakan melalui gotong royong atau kolaborasi.
Baca Juga: Produk Small SUV jadi Favorit, Ini Daftar Harganya
Bukti keseriusan ini juga telah dibuatkan dalam Perda Nomor 7 tahun 2021 tentang Muba Hijau sebagai dasar dalam mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan, pertumbuhan inklusif dan merata.
Kemudian, ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan, ekosistem yang sehat dan produktif memberikan jasa-jasa lingkungan, dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
“AMF ini hanya menjadi momentum bagi Muba untuk bersiap menjadi Green Global Regency,” pungkasnya.

