RELUNG.ID – Pemkab Muba menjalin kolaborasi dengan Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Jumat (16/6).
Kolaborasi ini untuk memaksimalkan pengelolaan keuangan negara di Kabupaten Muba.
Kolaborasi ini dilakukan dalam bentuk pendampingan agar pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara akuntabel dan transparan.
Baca Juga: 5 Shinobi Ingin jadi Hokage, Tetapi Gagal
Pj Bupati Muba, Apriyadi mengatakan, pihaknya menyadari untu mengelola keuangan negara tentunya membutuhkan pendampingan dari berbagai pihak.
Khususnya Ditjen Perbendaharaan. Karena itu, kolaborasi dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan ini dilakukan.
“Kami harap kolaborasi ini memberikan manfaat baik dan positif secara langsung kepada masyarakat di Muba,” katanya.
Baca Juga: Belum jadi Baik! Ini 3 Alasan Sasuke Ikut Perang Dunia Shinobi
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Lydia Kurniawati menambahkan, MOU ini sebenarnya telah dilakukan sejak lama.
Namun, kini dilakukan pembaruan karena banyaknya perubahan regulasi dan mengutamakan kesetaraan.
“Banyak perubahan regulasi yang telah terjadi hingga saat ini. Karena itu, perlu sinergi dan kolaborasi untuk pengelolaan keuangan negara,” katanya.
Dalam kolaborasi ini, terdapat tiga poin yaitu Rekonsiliasi data keuangan daerah sehingga tidak ada perbedaan data dan pencatatan.
Mereview pelaksanaan dan mendukung penyusunan profil keuangan daerah, dan hal baru adalah tentang pembinaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
“Terakhir yaitu peningkatan ekonomi kerakyatan, melalui sistem kredit program yang harus digerakan OPD terkait dan penguatan kerjasama lainnya,” pungkasnya.

