RELUNG.ID – Sony Interactive Entertainment (SIE) mengumumkan bahwa total penjualan konsol PlayStation 5 (PS5) telah mencapai 80,3 juta unit secara global hingga akhir Juni 2025.
Data tersebut diketahui dari laporan keuangan konsolidasi perusahaan untuk kuartal pertama tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2025 lalu.
Dari laporan keuangannya, selama periode antara 1 April hingga 30 Juni 2025, Sony mencatat telah mengirimkan sebanyak 2,5 juta unit PS5 ke berbagai pasar dunia.
Capaian ini semakin mengukuhkan posisi PS5 sebagai salah satu konsol game paling sukses dalam sejarah perusahaan.
Sejak debutnya November 2020, penjualan PS5 yakni 10 juta unit per Juli 2021. Kemudian, pada tahun 2022 mengalami peningkatan mencapai 20 juta unit penjualan per Juni.
Lalu, pada tahun 2023 penjualan kembali naik mencapai 30 juta unit per Januari. Dalam waktu setengah tahun, penjualan PS5 kembali meningkat mencapai 40 juta unit per Juli di tahun yang sama.
Di akhir 2023, penjualan PS5 secara global kembali meningkat hingga 50 juta unit per Desember. Kini, penjualan PS5 di tahun 2025 ini telah mencapai 80 juta unit.
Seperti diketahui, PS5 pertama kali dirilis pada 12 November 2020 di Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Meksiko, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan, sebelum diluncurkan secara global pada 19 November 2020.
Pada akhir 2023, Sony memperkenalkan model baru PS5 yang lebih ringkas sebagai pengganti model lama. Model ini mulai tersedia di berbagai wilayah sejak November hingga awal Desember 2023.
Sementara itu, PlayStation 5 Pro resmi diluncurkan pada November 2024, dengan berbagai peningkatan spesifikasi,
Pada April 2025, SIE mengumumkan kenaikan harga untuk beberapa model PS5 di sejumlah pasar, termasuk Eropa, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Selandia Baru, dengan alasan penyesuaian terhadap kondisi ekonomi global. Namun, harga PS5 Pro tetap tidak berubah di wilayah-wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada September 2024, SIE juga menaikkan harga eceran PS5 dan periferalnya di pasar Jepang, mengutip dampak dari kondisi ekonomi global yang menantang sebagai alasan utama. (LWM)

