RELUNG.ID – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang telah terjadi di beberapa daerah di Sumsel kini mulai berdampak di Kota Pagar Alam.
Meski kondisi asap masih tipis. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pagar Alam mulai bergerak untuk melakukan monitoring kualitas udara.
“Saat ini teman-teman tenaga sanitasi lingkungan puskesmas tengah melakukan Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang (SKUDR) dengan memeriksa 30 rumah tangga di Pagar Alam,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pagar Alam, Ali Akbar Fitriansah, Rabu (26/8/2026).
Survei ini menyasar rumah-rumah warga untuk memotret bagaimana kualitas udara di tempat tinggal. Tujuannya satu memastikan asap yang terlihat tidak berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Meski demikian, pemeriksaan masih terbatas karena keterbatasan alat, petugas baru bisa mengukur parameter bakteriologis udara dan kebisingan. Parameter SOx dan COx yang biasanya terkait polusi pembakaran belum bisa diukur.
“Parameter yang diperiksa baru bakteriologis udara dan kebisingan,”imbuhnya.
Di tengah ketidakpastian sumber asap, Dinkes memilih langkah pencegahan. Warga diimbau tidak menunggu sakit baru periksa.
“Untuk masyarakat Kota Pagaralam, tetap menjaga kesehatan, memakai masker dan jangan sungkan mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis yang dilaksanakan dari Dinas Kesehatan untuk mengontrol kesehatan secara individu,” tutupnya. (TFK)

