RELUNG.ID – Harga cabai merah keriting kembali memanjat ke level tinggi di pasar-pasar tradisional Palembang dan sejumlah kabupaten/kota di Sumatra Selatan. Dalam tiga hari terakhir, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram kini menembus Rp75 ribu. Lonjakan ini terjadi seiring penurunan produksi akibat hujan yang mulai intens mengguyur wilayah sentra pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel (DKPP), Ruzuan Efendi, menyebut kondisi cuaca basah berdampak langsung terhadap kualitas komoditas hortikultura, terutama cabai. Tanaman mudah terserang jamur dan busuk batang saat curah hujan tinggi, sehingga hasil panen menyusut.
“Memasuki musim penghujan, kualitas cabai menurun dan produksinya ikut turun,” kata Ruzuan, Jumat (21/11/2025).
Berdasarkan laporan pemantauan dinas perdagangan, harga cabai merah keriting di pasar-pasar besar kini berada di kisaran Rp70–72 ribu per kilogram. Bahkan beberapa pedagang mengaku harga cabai kembali naik hari ini setelah sempat stabil pada kisaran Rp65 ribu pekan lalu.
Meski stoknya menipis, Ruzuan memastikan kondisi tersebut belum mengarah ke kelangkaan. Pemerintah daerah menjamin ketersediaan cabai masih cukup untuk melewati periode permintaan tinggi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Stoknya memang menurun, tapi kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi,” ujarnya.
Penurunan produksi yang berulang akibat cuaca basah tak hanya mengerek harga, tetapi juga membuat petani khawatir terhadap kontinuitas panen. Tanaman cabai dikenal sangat sensitif terhadap kelembapan tinggi. Beberapa petani di daerah dataran tinggi Sumsel bahkan melaporkan penurunan hasil panen hingga 30 persen.
“Cuaca ini faktor utamanya. Produksi turun, otomatis mempengaruhi harga di pasar,” jelas Ruzuan.
Kondisi ini pun memicu perubahan perilaku konsumen. Dengan harga yang terus merangkak, sebagian pembeli mulai mengurangi kuantitas belanja cabai dan memanfaatkan alternatif bumbu pedas lainnya.
Untuk mencegah lonjakan harga lebih lanjut, Pemprov Sumsel akan memperkuat koordinasi dengan sentra produksi cabai di sejumlah daerah serta meningkatkan pemantauan stok di pasar. Pemerintah juga menyiapkan opsi intervensi seperti operasi pasar apabila harga terus meningkat jelang puncak permintaan Nataru.
“Kami pastikan cabai tidak akan langka. Pantauan rutin tetap dilakukan supaya stabilitas harga tetap terjaga,” kata Ruzuan.[THQ]

