Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Musim Hujan Tekan Produksi, Harga Cabai Meroket: Pemprov Sumsel Pastikan Stok Aman Jelang Nataru
Bisnis

Musim Hujan Tekan Produksi, Harga Cabai Meroket: Pemprov Sumsel Pastikan Stok Aman Jelang Nataru

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda22/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Cabai merah menyandi penyumbang deflasi di Sumatera Selatan. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Harga cabai merah keriting kembali memanjat ke level tinggi di pasar-pasar tradisional Palembang dan sejumlah kabupaten/kota di Sumatra Selatan. Dalam tiga hari terakhir, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram kini menembus Rp75 ribu. Lonjakan ini terjadi seiring penurunan produksi akibat hujan yang mulai intens mengguyur wilayah sentra pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel (DKPP), Ruzuan Efendi, menyebut kondisi cuaca basah berdampak langsung terhadap kualitas komoditas hortikultura, terutama cabai. Tanaman mudah terserang jamur dan busuk batang saat curah hujan tinggi, sehingga hasil panen menyusut.

“Memasuki musim penghujan, kualitas cabai menurun dan produksinya ikut turun,” kata Ruzuan, Jumat (21/11/2025).

Berdasarkan laporan pemantauan dinas perdagangan, harga cabai merah keriting di pasar-pasar besar kini berada di kisaran Rp70–72 ribu per kilogram. Bahkan beberapa pedagang mengaku harga cabai kembali naik hari ini setelah sempat stabil pada kisaran Rp65 ribu pekan lalu.

Meski stoknya menipis, Ruzuan memastikan kondisi tersebut belum mengarah ke kelangkaan. Pemerintah daerah menjamin ketersediaan cabai masih cukup untuk melewati periode permintaan tinggi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Stoknya memang menurun, tapi kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi,” ujarnya.

Penurunan produksi yang berulang akibat cuaca basah tak hanya mengerek harga, tetapi juga membuat petani khawatir terhadap kontinuitas panen. Tanaman cabai dikenal sangat sensitif terhadap kelembapan tinggi. Beberapa petani di daerah dataran tinggi Sumsel bahkan melaporkan penurunan hasil panen hingga 30 persen.

“Cuaca ini faktor utamanya. Produksi turun, otomatis mempengaruhi harga di pasar,” jelas Ruzuan.

Kondisi ini pun memicu perubahan perilaku konsumen. Dengan harga yang terus merangkak, sebagian pembeli mulai mengurangi kuantitas belanja cabai dan memanfaatkan alternatif bumbu pedas lainnya.

Untuk mencegah lonjakan harga lebih lanjut, Pemprov Sumsel akan memperkuat koordinasi dengan sentra produksi cabai di sejumlah daerah serta meningkatkan pemantauan stok di pasar. Pemerintah juga menyiapkan opsi intervensi seperti operasi pasar apabila harga terus meningkat jelang puncak permintaan Nataru.

“Kami pastikan cabai tidak akan langka. Pantauan rutin tetap dilakukan supaya stabilitas harga tetap terjaga,” kata Ruzuan.[THQ]

Cabai Harga Cabai Nataru Pemprov Sumsel Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBPS Buka 190 Ribu Lowongan Petugas Sensus Ekonomi 2026: Peluang Kerja Besar dengan Skema Padat Karya Nasional
Next Article Kejar Setoran di Penghujung Tahun, Pemkot Palembang Pacu Serapan APBD Rp1,9 Triliun yang Masih Mengendap
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pemprov Sumsel Percepat Pembangunan Lima Flyover di Muara Enim

09/10/20263 Views
Regional

Kabut Asap Menebal, Pemprov Sumsel Kembali Gelar Salat Istisqa

08/10/20265 Views
Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,865 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,740 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,713 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?