RELUNG.ID – Musim kemarau yang terjadi saat ini berdampak pada kekeringan di beberapa desa di OKU.
Hal ini diketahui berdasarkan hasil reses tahap II DPRD Sumsel dari tanggal 2 September hingga 9 September lalu.
“Dari hasil reses ini, diketahui banyak warga yang mulai resah karena kesulitan air bersih,” kata Koordinator Dapil Sumsel IV DPRD Sumsel, A Syarnubi, Jumat (15/9).
Baca Juga: Kalian Harus Tahu! Ini 11 Penyebab Kaki Bengkak
Dia mengatakan, akibat kemarau ini sungai dan sumur yang tadinya menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekarang semuanya telah kering.
Kondisi ini kian diperparah karena bendungan kebanggan warga OKU Timur, yakni Perjaya sekarang sudah tak berfungsi maksimal. Akibatnya, banyak sawa petani tidak bisa dialiri air sebagai mana mestinya.
“Sementara sungai sungai kecil yang ada sudah kering dan membentuk mozaik-mozaik. Akibatnya, banyak sawah di OKUT yang terancam gagal panen,” terangnya.
Baca Juga: Ini 6 Obat Asam Urat Tanpa Resep Dokter Bisa Dibeli di Apotek
Mereka berharap pemerintah segera mencarikan solusi dari permasalahan ini. Karena air bendungan tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi sawah saja, tetapi juga untuk kebutuhan MCK.
“Warga juga minta pemerintah untuk memasang bonjong dibantaran sungai. Karena, ditempat itu banyak berdiri rumah-rumah penduduk, sehingga bila dibiarkan begitu saja, saat musim hujan rumah rumah itu terancam hanyut,” ujarnya.
Syarnubi mengaku atas aspirasi tersebut, pihaknya telah mencatatnya dan usulan ini disampaikan kepada Gubernur Sumsel untuk ditindaklanjuti. “Sedangkan, yang masuk ke ranah Pemkab akan kami disampaikan kepada Bupati,” pungkasnya.

