RELUNG.ID – Keberadaan Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan tampaknya makin jadi bagian dari kehidupan manusia.
Bahkan, belakangan ini NASA juga mulai memanfaatkan penggunaan teknologi AI.
Baca Juga: Wajar Brutal Kid Dulunya Preman di Kampungnya
Salah satu yang dimanfaatkan Badan antariksa AS dari AI adalah untuk memprediksi fenomena antariksa terkait badai matahari yang terjadi di masa depan.
Bahkan, mereka mengaku bisa memberi peringatan 30 menit sebelum “kiamat” sampai ke Bumi.
Peringatan dini akan mendeteksi lebih awal saat fenomena besar akan terjadi dan berpotensi menghancurkan wilayah tertentu.
Baca Juga: Pencipta Manga 4 Panel Terpanjang di Dunia Meninggal Dunia
Data-data untuk memprediksi didapatkan dari sejumlah satelit, seperti ACE, WIND, IMP-8, dan Geotail.
Data-data itulah yang kemudian diolah menggunakan AI untuk mengetahui secara presisi kapan badai matahari akan terjadi dan dampak yang bisa ditimbulkan.
Dikutip dari Science Alert, Minggu (5/11), para ilmuwan NASA melatih model pembelajaran yang dinamakan Dagger yang disebut-sebut memiliki peningkatan kecepatan.
Baca Juga: Tiga Episode Sasuke Uchiha Tidak Muncul, Mungkin Ini 3 Penyebabnya
Di mana tim peneliti mengungkapkan bisa memprediksi tingkat keparahan dan arah peristiwa kurang dari satu detik saja. Bahkan, Dagger juga bisa membuat prediksi setiap menit.
Beberapa kejadian badai matahari memang pernah berdampak besar di sejumlah wilayah di Bumi. Misalnya, 35 tahun lalu, wilayah Quebec tidak teraliri listrik selama berjam-jam.
Pun dengan kerusakan besar yang terjadi di Carrington 150 tahun lalu. Saat itu infrastruktur listrik dan komunikasi rusak parah akibat badai.

