RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat bahwa India menjadi negara utama untuk tujuan ekspor asal Aceh.
Hal ini dibuktikan dengan nilai transaksi ekspor yang mencapai Rp485 miliar ke India.
Demikian diungkapkan Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, Selasa (2/4).
Dia mengatakan, berdasarkan data Februari 2024, ekspor paling besar asal Aceh yaitu ke negara India dengan nilai 30,48 juta USD atau sekitar Rp485 miliar. Dimana, komoditas utama ekspor yaitu Batubara.
“Kedua yaitu negara Amerika Serikat dengan nilai transaksinya 10,45 juta USD atau sekitar Rp165,9 miliar, dengan komoditas utamanya yaitu kopi,” katanya.
Lalu, ekspor paling besar ketiga yaitu Thailand dengan nilai 8,72 juta USD atau sekitar Rp138,7 miliar, dengan komoditas utamanya yaitu Kondensat.
Dari data BPS, secara keseluruhan komoditas paling tinggi yang diekspor dari Aceh pada Februari lalu yaitu batubara dengan nilai 29,66 juta USD atau sekitar Rp472 miliar.
Kemudian, komoditas kopi dan rempah dengan nilai 16,23 juta USD atau sekitar Rp258,3 miliar serta Kondesaat sebesar 6,99 juta USD atau sekitar Rp111,2 miliar.
“Untuk hasil pertambangan itu total ekspornya mencapai 65,13 persen. Sedangkan hasil pertanian 28,11 persen. Lalu, hasil industri pengolahan senilai 7,76 persen,” pungkasnya.

