RELUNG.ID – Kelalaian penumpang dalam menjaga barang bawaan masih menjadi masalah klasik dalam layanan transportasi publik. Terbukti, sepanjang Semester I 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat 33 barang tertinggal, baik di dalam kereta maupun lingkungan stasiun. Total nilai barang yang berhasil diamankan mencapai Rp78.409.000.
“Fakta ini menunjukkan masih banyak penumpang yang abai terhadap barang pribadinya,” ujar Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, Selasa (29/7/2025).
Barang-barang yang ditemukan bukan sekadar benda remeh. Di antaranya ponsel, laptop, dompet, tas, hingga perhiasan. Semuanya ditangani petugas sesuai protokol Lost and Found, mulai dari pencatatan hingga penyimpanan aman sebelum diinformasikan ke pemilik.
Meski PT KAI punya sistem penanganan barang hilang yang rapi dan sigap, Aida mengingatkan bahwa tanggung jawab utama tetap ada pada penumpang.
“Kami imbau penumpang lebih teliti dan tidak terburu-buru saat turun dari kereta. Karena kerusakan dan kehilangan barang bukan tanggung jawab KAI,” tegasnya.
Penumpang yang merasa kehilangan bisa melapor langsung ke kondektur, petugas stasiun, atau menghubungi Contact Center 121. Untuk pengambilan, penumpang harus menunjukkan tiket, identitas diri, dan ciri barang.
KAI menilai keberhasilan pengamanan barang juga tak lepas dari kerja sama antarpihak, termasuk laporan dari masyarakat. Namun ke depan, perusahaan berharap kejadian seperti ini bisa ditekan.
“Kami ingin perjalanan dengan kereta api tidak hanya nyaman dan aman, tapi juga tanpa insiden kehilangan barang,” tutup Aida. (KPB)

