RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat penurunan signifikan pada Nilai Tukar Petani (NTP) di bulan April 2025. NTP Sumsel tercatat sebesar 123,47, turun 7,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 132,94.
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan penurunan tajam ini dipicu oleh turunnya indeks yang diterima petani (It) sebesar 5,90 persen, sementara indeks yang dibayarkan petani (Ib) justru mengalami kenaikan sebesar 1,31 persen.
“Nilai tukar usaha petani (NTUP) Sumsel pada periode April 2025 sebesar 127,12 atau turun 6,21 persen jika dibandingkan dengan NTUP bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh NTUP pada hampir semua subsektor,” kata Wahyu.
Penurunan NTP terjadi hampir di seluruh subsektor di antaranya Tanaman pangan turun 1,85 persen, Perkebunan turun signifikan hingga 8,82 persen, Peternakan turun 1,38 persen dan Perikanan turun 1,29 persen, baik perikanan tangkap maupun budidaya.
Selain penurunan NTP, indeks konsumsi rumah tangga pada April 2025 tercatat naik 1,58 persen, dari 126,09 menjadi 128,09. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan harga pada hampir semua kelompok kebutuhan, termasuk, makanan, minuman, dan tembakau Naik 1,34 persen, pakaian dan alas kaki Naik 1,34 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: Kenaikan tajam sebesar 11,29 persen dan perlengkapan rumah tangga: Naik 0,19 persen.
BPS juga mencatat penurunan pada Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP), yang berada di angka 127,12, turun 6,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan NTUP terjadi hampir di seluruh subsektor, memperkuat indikasi beban ekonomi petani yang semakin berat.
Penurunan NTP dan NTUP di Sumsel ini menjadi tantangan serius, terutama bagi subsektor perkebunan yang mengalami dampak paling signifikan. Meski demikian, kenaikan pada subsektor hortikultura memberikan sedikit harapan di tengah kondisi yang sulit.
BPS berharap hasil analisis ini menjadi perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan yang mendukung kesejahteraan petani di Sumsel, terutama dalam menghadapi tekanan biaya dan fluktuasi pasar.[THQ]

