RELUNG.ID — Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa angin segar bagi industri perhotelan di Palembang. Tingkat hunian (okupansi) hotel di wilayah ini meningkat signifikan, bahkan beberapa hotel melaporkan okupansi mencapai 100 persen.
Ketua Masyarakat Sadar Wisata, Herlan Asfiudin, mengungkapkan bahwa momentum libur Nataru dan libur sekolah menarik wisatawan ke Sumatera Selatan. Selain itu, berbagai paket promo hotel mendorong banyak keluarga untuk memilih staycation sebagai pilihan liburan.
“Berlibur dan merayakan tahun baru di Palembang memberikan dampak positif bagi tingkat kunjungan hotel,” ujar Herlan.
Herlan menjelaskan bahwa lonjakan wisatawan turut meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar hotel, seperti penjual makanan khas hingga penyedia jasa transportasi.
Ia juga mendorong hotel untuk melibatkan seniman lokal dalam perayaan malam tahun baru. “Ini menjadi sarana promosi budaya lokal kepada wisatawan, sekaligus mendukung pelaku seni daerah,” katanya.
Marketing Communication Hotel Harper Palembang, Aldina Febriyabti, mengatakan tingkat hunian hotelnya mencapai 100 persen selama libur Nataru. Tak hanya itu, pesta malam pergantian tahun bertema **Hollywood Secret Garden: Countdown to 2025** juga menarik banyak tamu.
“Acara ini dirancang dengan konsep mewah dan penuh keajaiban, termasuk penampilan DJ, live band, pertunjukan sulap, serta buffet dinner dengan cita rasa khas Harper,” ungkap Aldina. Para tamu juga berkesempatan memenangkan doorprize menarik.
Manager Luminor Hotel, Ingit Efridha Arifin, menyatakan okupansi hotelnya juga mencapai 100 persen. Ia memastikan acara malam tahun baru berjalan nyaman dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
“Kami memberlakukan sanitasi berkala, menyediakan hand sanitizer, dan mengatur jarak selama acara untuk memastikan kenyamanan tamu,” jelas Ingit.
Herlan menambahkan, tingginya tingkat okupansi hotel di Palembang mencerminkan pulihnya sektor pariwisata di Sumsel. Ia berharap momentum ini terus membawa peluang pertumbuhan ekonomi dan promosi wisata yang lebih luas.
“Perayaan malam tahun baru menjadi bukti bahwa sektor pariwisata Sumsel kembali menggeliat dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya.[AYK]

