RELUNG.ID – Nama Sabo tiba-tiba tenar jagad semesta One Piece dengan sebutan pahlawan Revolusi atau perubahan dari Pasukan Revolusioner. Bahkan Sabo mendapatkan julukan Kaisar Api lebih tinggi dari saudaranya Ace yang dijuluki tinju api.
Baca Juga: ONE PIECE: Ini Cara Unik Sabo, Bonney, Vivi dan Wapol Selamat dari Kejaran CPO di Marijoa
Sabo menjadi panutan semangat revolusi atau perubahan dari 8 kerajaan yang terang-terangan melakukan pemberontakan kepada Pemerintah Dunia.
Saat Reverie 50 kerajaan dari 170 wilayah masih berpihak kepada Pemerintah Dunia. Namun pasca Sabo melakukan serangan ke Marijoa dan membebaskan Kuma perpecahan terjadi.
Lantaran hasil dari Marijoa Pemerintah Dunia akan menaikan pajak dan upeti. Hal itu akhirnya terang-terangan di lawan oleh 8 kerajaan.
Namun disisi lain Sabo merasa malu dan beban dia dijadikan sumber inspirasi dari pemberontakan tersebut.
Baca Juga: Animator WB Debut Perdana di Anime One Piece Episode 1066
Saat menyerang Marijoa Sabo menyelinap di kapal Lulusia. Ketika tertangkap dia sebagai penumpang gelap justru Sabo kaget disambut dengan hangat.
Dia diperlakukan seperti pahlawan walapun Sabo sebenarnya malu dan ingin mengatakan yang sebenarnya. Dia ingin mengatakan, dia bukan pahlawan dia tidak bisa menyelamatkan Raja Cobra.
Dia bahkan diselamatkan Raja Cobra hingga tidak mati di tangan Im Sama dan Gorosei. Dia sendiri terkapar tidak berdaya dengan luka yang sangat parah.
Namun dia mengurungkan niatnya karena serangannya itu meletupkan semangat Revolusi di rakyat Lulusia. Dengan semua hal yang dia dapatkan Sabo berhasil mendapatkan banyak informasi.
Dia juga akan terus semangat mengibarkan api revolusi kepada Pemerintah Dunia. Sabo berharap kedepannya dia akan tumbuh menjadi lebih kuat lagi.

