RELUNG.ID – OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan produk perangkat keras pertamanya, yang disebut-sebut berupa sebuah pena berbasis kecerdasan buatan (AI).
Produk ini dirancang oleh Jony Ive, desainer legendaris yang dikenal sebagai sosok di balik berbagai produk ikonik Apple.
Pada Mei lalu, OpenAI resmi mengakuisisi startup milik Jony Ive bernama io—dieja dengan huruf kecil—yang merupakan bagian dari perusahaan desain kreatifnya, LoveFrom.
Akuisisi tersebut langsung memicu spekulasi luas, mengingat io diketahui tengah mengembangkan produk perangkat keras yang selama ini dirahasiakan.
Kini, laporan terbaru mengungkap bahwa perangkat tersebut kemungkinan besar adalah sebuah pena pintar. Namun, pena ini bukan alat tulis biasa.
Dalam laporan sebelumnya, perangkat ini digambarkan memiliki kemampuan “context-aware” atau sadar konteks.
Dengan bergabungnya io ke dalam OpenAI, besar kemungkinan pena tersebut akan terintegrasi dengan teknologi AI generatif.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai fungsi spesifik perangkat tersebut. OpenAI maupun LoveFrom masih menutup rapat detail teknis, sehingga kemampuan pena AI ini masih menjadi tanda tanya.
Menariknya, pena ini disebut akan menjadi produk perangkat keras pertama OpenAI, namun bukan satu-satunya.
Perusahaan juga dikabarkan sedang mengembangkan dua perangkat lain, salah satunya berupa perangkat audio portabel yang dirancang untuk penggunaan saat bepergian.
Dari sisi produksi, pena AI ini disebut akan diproduksi oleh Foxconn, kemungkinan besar di Vietnam. Sebelumnya, manufaktur direncanakan dilakukan oleh Luxshare, namun OpenAI dikabarkan tidak ingin perangkat kerasnya diproduksi di Tiongkok. Bahkan, terdapat kemungkinan kecil bahwa perangkat ini akan dirakit di Amerika Serikat oleh Foxconn.
Akuisisi io sendiri bernilai US$6,5 miliar, meskipun kesepakatan tersebut dilakukan sepenuhnya dalam bentuk saham, sehingga tidak melibatkan transaksi tunai langsung.
Produk perangkat keras ini rencananya akan dipasarkan sebagai “perangkat inti ketiga”, yang dimaksudkan untuk melengkapi laptop dan ponsel pintar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, konsep perangkat ketiga semacam ini bukan tanpa tantangan.
Sejumlah perusahaan sebelumnya mencoba menghadirkan kategori serupa termasuk lewat perangkat “AI pin” namun gagal mendapatkan adopsi luas dari pengguna.
Dengan reputasi OpenAI di bidang AI dan sentuhan desain Jony Ive, banyak pihak menaruh harapan tinggi. Meski begitu, keberhasilan produk ini di pasar masih belum dapat dipastikan.
Detail lebih lanjut mengenai pena AI ini diperkirakan akan terungkap dalam waktu mendatang, seiring OpenAI mulai membuka tabir proyek perangkat keras perdananya. (LWM)

