RELUNG.ID — Profesi guru di Palembang yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin hari semakin berkurang, khususnya untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Saat ini, Palembang mengalami kekurangan sekitar 3.000 guru SD.
“Kita sangat membutuhkan di angka 3.000-an (guru) SD,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ratu Dewa, Rabu (26/6/2024).
Akibat kekurangan guru ASN, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berupaya untuk memenuhi kekosongan formasi tersebut dengan mengusulkan formasi guru ASN ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui formasi CASN (Calon Aparatur Sipil Negara) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
“Kita selalu mengusulkan formasi terkait guru itu sendiri. Tidak hanya formasi CPNS tetapi juga formasi PPPK,” timpal dia.
Selain mengupayakan pemenuhan kebutuhan guru di Palembang, Pemkot juga memberikan penghargaan terhadap tenaga pendidik yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun sebagai bentuk apresiasi. Terbaru, Pemkot Palembang menyematkan Satyalancana Karya Satya kepada 400 ASN, termasuk guru, yang diberikan langsung oleh Ratu Dewa.
“Jumlah kebutuhan guru pengajar diharapkan dapat terus tertutupi,” ungkapnya.
Kebutuhan guru tiap tahun memang terus meningkat, karena banyak tenaga pengajar berstatus ASN yang sudah pensiun. Sedangkan penerimaan CASN untuk guru tidak sebanding dengan formasi yang dibutuhkan.
“Karena yang pensiun semakin hari pastinya semakin banyak, khususnya para guru,” tambah dia.
Berdasarkan data Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), secara umum Indonesia kekurangan 1,3 juta guru pada 2024, seiring dengan banyaknya tenaga pendidik yang pensiun.
Sepanjang 2022-2023, Indonesia tercatat memiliki 3,3 juta guru di sekolah negeri, namun dari jumlah tersebut banyak yang akan pensiun, bahkan rata-rata jumlah yang pensiun mencapai 70 ribu tenaga pengajar per tahun.
“Maka dari itu terkadang kita harus mengambil dari para pegawai yang non-PNSD untuk menutupi kekurangan,” kata Dewa. [AYK]

