RELUNG.ID – Cuaca panas melanda sejumlah wilayah di Sumsel, khususnya Kota Palembang.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun SMB II Palembang, suhu udara di Kota Palembang, Sabtu (13/5/2023), mencapai 34 derajat celcius dengan kelembapan 55-98 persen.
Baca Juga: Status Siaga Darurat Bencana Karhutla, Sumsel Mulai Memasuki Musim Panas!
Kondisi cuaca yang ekstrem dapat membawa banyak risiko kesehatan, salah satunya adalah dehidrasi.
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diperoleh, dan hal ini dapat terjadi ketika seseorang tidak minum cukup air atau kehilangan terlalu banyak cairan melalui keringat.
Baca Juga: Waspadai Cuaca Panas Ekstrem di Sumsel, Pj Bupati Muba: Pakai Tabir Surya untuk Kulit!
Saat suhu tubuh naik, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Keringat mengandung air dan garam, sehingga jika seseorang terus berkeringat tanpa memperoleh cukup air dan garam dari minuman dan makanan, maka ia akan mengalami dehidrasi.
Dehidrasi dapat memengaruhi kesehatan seseorang dengan cara yang berbeda-beda, tergantung pada seberapa parah dehidrasinya.
Baca Juga: Pasokan Air Bersih Saat Kemarau Diklaim Lebih Baik Dibandingkan Musim Hujan
Beberapa gejala dehidrasi yang umum termasuk rasa haus yang kuat, mulut kering, kulit kering, sakit kepala, kelelahan, dan mual.
Pada kasus yang lebih parah, seseorang dapat mengalami pusing, kebingungan, dan bahkan kejang.
Untuk menghindari dehidrasi saat cuaca panas, penting untuk memperhatikan asupan cairan.
Minumlah banyak air dan hindari minuman berkafein atau beralkohol, karena keduanya dapat memperburuk dehidrasi. Selain itu, konsumsilah makanan yang mengandung air, seperti buah dan sayuran, untuk membantu tubuh memperoleh cairan yang dibutuhkan.
Baca Juga: Makanan dan Minum Sebabkan Dehidrasi, Salah Satunya Kopi
Selain itu, ada beberapa tindakan lain yang dapat diambil untuk membantu mencegah dehidrasi, seperti:
1. Menghindari aktivitas fisik yang berlebihan saat cuaca panas.
2. Menghindari terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung.
3. Mengenakan pakaian yang ringan dan longgar untuk membantu menghindari terlalu banyak berkeringat.
4. Mengambil mandi atau mandi air dingin untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Dalam situasi yang parah, seseorang yang mengalami dehidrasi perlu segera mencari bantuan medis.
Dokter dapat memberikan cairan intravena untuk membantu mengembalikan cairan yang hilang dalam tubuh.
Baca Juga: Sepanjang 2022, Cuaca Panas Telan 15 Ribu Jiwa
Secara keseluruhan, cuaca panas yang ekstrem dapat membawa banyak risiko kesehatan, termasuk dehidrasi.
Namun, dengan memperhatikan asupan cairan dan mengambil tindakan pencegahan lainnya, seseorang dapat membantu melindungi diri dari dehidrasi dan mempertahankan kesehatan tubuhnya dalam kondisi yang optimal.

