RELUNG.ID – Kota Palembang akan segera memiliki proyek pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui kerja sama antara PT Pelindo Regional 2 dan Indonesia Power. Proyek ini direncanakan dimulai pada awal tahun 2025 di kawasan Sungai Lais.
Menurut Plh Direktur Komersial PT Pelindo Regional 2, Darmawi, kawasan Sungai Lais saat ini sudah digunakan oleh beberapa tenant untuk kegiatan bongkar muat. Proyek EBT ini akan mencakup pembangunan pabrik pengolahan limbah sawit yang memanfaatkan muatan peti kemas dari Pelabuhan Boom Baru.
“EBT fokus pada Crude Palm Oil (CPO), dan ke depan kami akan membangun pabrik yang mengolah limbah sawit menjadi briket,” kata Darmawi, Rabu (18/12/2024).
Pengembangan ini akan dilakukan di lahan seluas 200 hektar, berjarak sekitar 7 km dari Pelabuhan Boom Baru, yang selama ini telah berfungsi sebagai dermaga angkutan CPO. Kawasan tersebut dirancang untuk menjadi pusat aktivitas bongkar muat, di mana sekitar 80 persen peti kemas yang ditangani berasal dari produk sawit.
Darmawi menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari ekspansi bisnis PT Pelindo Regional 2 sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
“Pengolahan limbah sawit menjadi briket adalah langkah konkret kami untuk mendorong penggunaan energi yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Pengembangan EBT ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi Palembang terhadap energi terbarukan sekaligus memperluas potensi ekonomi berbasis kelapa sawit di Sumatra Selatan. [MYH]

