RELUNG.ID — Persaingan di Grup A Wilayah Barat Championship 2025/2026 memasuki fase krusial. Dominasi Garudayaksa FC yang sempat tak tergoyahkan kini mulai retak, membuka peluang bagi para pesaing, termasuk Sumsel United, untuk merangsek ke posisi teratas dan menjaga asa promosi ke Super League.
Kekalahan Garudayaksa FC dari Adhyaksa FC Banten dengan skor 2-3 pada pekan ke-14 menjadi titik balik penting. Meski masih memimpin klasemen dengan 28 poin, jarak antar tim papan atas kini semakin tipis dan membuat setiap laga sisa bernilai final.
Hasil imbang 1-1 melawan Persekat Tegal membuat Sumsel United harus turun ke posisi ketiga. Namun kondisi ini justru dipandang positif oleh pelatih kepala Nilmaizar. Menurutnya, ketatnya persaingan menjadi bahan bakar motivasi, bukan tekanan.
“Situasi seperti ini justru menunjukkan kompetisi berjalan sehat. Tim-tim papan atas saling mengalahkan, artinya peluang masih terbuka,” ujar Nilmaizar.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi hingga akhir putaran kedua, terutama agar Sumsel United tetap bertahan di zona tiga besar—wilayah krusial untuk menjaga mimpi promosi tetap hidup.
Bagi Nilmaizar, kekuatan tim tak hanya ditentukan oleh taktik, tetapi juga kesiapan mental pemain dalam menyikapi tekanan klasemen. Intensitas latihan dan performa di hari pertandingan disebut sebagai faktor penentu hasil.
“Ambisi harus dibarengi kerja keras dan fokus. Tanpa itu, target apa pun sulit tercapai,” tegas pelatih asal Sumatera Barat tersebut.
Di saat Sumsel United masih bersaing di papan atas, Sriwijaya FC justru berada di sisi berlawanan klasemen. Elang Andalas masih terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi 2 poin dari 14 pertandingan, tertinggal jauh dari rival-rivalnya.
Perbedaan nasib dua klub asal Sumatera Selatan ini menjadi potret tajam kerasnya kompetisi Championship musim ini—di mana satu tim berbicara soal promosi, sementara yang lain berjuang keluar dari krisis.[THQ]

