RELUNG.ID — Sejumlah pemimpin dan diplomat Arab telah berangkat ke Eropa untuk menghadiri diskusi perdamaian Timur Tengah yang akan digelar selama pertemuan Konferensi Keamanan tahunan di Munich, Jerman, pekan ini.
Diantara mereka yang hadir adalah Raja Yordania, Presiden Yaman, Perdana Menteri Lebanon, Irak, dan Qatar, serta Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan Oman.
Presiden Israel Isaac Herzog juga diharapkan hadir dalam pertemuan tiga hari tersebut, yang dimulai pada Kamis (15/2), dimana para diplomat akan berusaha menengahi jeda dalam pertempuran di Gaza dan menghentikan penyebarannya di Timur Tengah.
Para diplomat diharapkan menggunakan kesempatan berada di ruangan yang sama di Munich sebagai platform untuk membahas krisis Gaza, di tengah kekhawatiran Eropa mengenai munculnya ekstremisme Islam yang dipicu oleh situasi tersebut.
Jajak pendapat yang dilakukan pada KTT Munich menunjukkan bahwa terorisme Islam radikal kini menjadi perhatian utama di Perancis dan tertinggi kedua di Jerman, bahkan melampaui perhatian terhadap Rusia.
Kekhawatiran terhadap terorisme juga meningkat di Italia dan Inggris. Migrasi massal akibat perang atau perubahan iklim juga menjadi perhatian utama Jerman.
Para pemimpin Eropa yang penting di Munich akan mencakup Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen, sementara Wakil Presiden Kamala Harris akan melakukan perjalanan dari AS.

