Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Pasar Murah Bikin Koperasi Merah Putih Tertekan, Bukti Kebijakan Ekonomi Desa Belum Satu Arah
Bisnis

Pasar Murah Bikin Koperasi Merah Putih Tertekan, Bukti Kebijakan Ekonomi Desa Belum Satu Arah

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda16/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pasar Murah yang digelar Pemkot Prabumulih. (Usama/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Program pasar murah yang dijalankan oleh berbagai instansi pemerintah ternyata membawa efek samping tak terduga. Di balik niat baik untuk menekan harga dan membantu masyarakat, kebijakan tersebut justru mengancam kelangsungan koperasi rakyat yang menjadi ujung tombak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Koperasi Merah Putih Sukodadi, berlokasi di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. Koperasi yang berdiri sebagai bagian dari program prioritas pemerintah dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 itu kini menghadapi tantangan berat akibat turunnya minat belanja masyarakat.

Ketua Koperasi Merah Putih, Nanang, mengungkapkan bahwa sejak awal berdiri, koperasi mereka tak pernah mengalami masalah dalam pasokan maupun penjualan bahan kebutuhan pokok.

“Dulu waktu baru buka, penjualan beras di Kelurahan Sukodadi bisa tembus dua ton dalam seminggu,” ujarnya saat ditemui Bisnis pada Kamis (16/10).

Namun kondisi itu berubah drastis beberapa bulan terakhir. Penjualan koperasi menurun karena masyarakat lebih memilih berbelanja di operasi pasar murah (OPM) yang digelar oleh pemerintah daerah. Harga kebutuhan di sana jauh lebih rendah dibanding harga di koperasi.

“Kalau di pasar murah beras lima kilo bisa Rp57 ribu, sedangkan di koperasi kami Rp62.500. Minyak goreng juga begitu, beda hampir seribu rupiah per liter. Sedangkan kami wajib ada keuntungan,” jelasnya.

Menurut Nanang, hal ini menciptakan persaingan tidak sehat antara program pemerintah sendiri. Ia menilai seharusnya pelaksanaan OPM dilakukan melalui koperasi desa sesuai semangat Inpres 9/2025 yang menegaskan pentingnya jalur distribusi satu pintu berbasis koperasi rakyat.

“Kenapa malah bersaing? Padahal koperasi ini dibentuk untuk menjalankan amanah pemerintah juga. Kalau begini terus, Koperasi Merah Putih bisa mati,” tegasnya.

Karena tekanan tersebut, Koperasi Merah Putih kini menghentikan sementara penjualan bahan pokok sejak pertengahan September lalu, dan hanya melanjutkan distribusi gas LPG 3 kilogram yang masih stabil peminatnya.

Kondisi ini menggambarkan bahwa sinkronisasi antarinstansi pemerintah masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Di satu sisi, pasar murah membantu warga berpendapatan rendah, namun di sisi lain, keberadaannya justru melemahkan lembaga ekonomi lokal yang seharusnya diperkuat oleh negara.

“Kami berharap pemerintah pusat meninjau kembali kebijakan pasar murah dan mengembalikan fungsinya agar selaras dengan peran koperasi,” tutup Nanang.[THQ]

Koperasi Desa Merah Putih Palembang Pasar Murah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDukung Langkah PSSI Pecat Patrick Kluivert, Pemerintah Minta Timnas Segera Bangkit dan Cari Pelatih Baru
Next Article Target Juara Umum, Pemkot Palembang Lepas 728 Atlet ke Porprov XV Muba
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Regional

Tak Diberi Uang Beli Sabu, Anak Aniaya Ibu Lansia di Palembang

07/10/20264 Views
Regional

Lift OPI Mall Nyaris Menelan Korban, Terjatuh Saat Pengunjung Ramai

05/10/20269 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,978 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,849 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,821 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?