RELUNG.ID – Industri smartwatch atau jam tangan pintar global mencatat penurunan pengiriman untuk kuartal kelima berturut-turut pada kuartal I 2025.
Penurunan ini yaitu sebesar 2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 lalu.
Penurunan ini terutama disebabkan melemahnya penjualan Apple Watch serta perlambatan signifikan di pasar India, yang sebelumnya menjadi salah satu pendorong pertumbuhan utama industri.
Meskipun demikian, Apple tetap memimpin pasar dengan pangsa global sebesar 20 persen dengan penurunan sebesar 9 persen secara tahunan.
Di sisi lain, Tiongkok justru menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Pasar jam tangan pintar di negara tersebut mencatat lonjakan pengiriman sebesar 37 persen dari tahun ke tahun, menjadikannya wilayah dengan performa terbaik pada kuartal ini.
Beberapa merek lain justru mencatatkan pertumbuhan signifikan. Huawei mencatatkan kenaikan pengiriman sebesar 53 persen, mengukuhkan posisinya sebagai pesaing utama Apple.
Xiaomi juga menunjukkan performa serupa, naik dari 6 persen menjadi 10 persen pangsa pasar global dengan pertumbuhan 53 persen.
Sementara itu, Samsung mengalami penurunan tajam sebesar 23 persen secara tahunan, dengan pangsa pasar turun dari 9 persen menjadi 7 persen.
Perubahan perilaku konsumen turut memengaruhi dinamika pasar. Counterpoint mencatat pergeseran preferensi ke arah perangkat jam tangan pintar yang lebih mahal dan berfitur lengkap.
Segmen harga menengah 100 USD sampai 200 USD tumbuh sebesar 21 persen, sementara kategori jam tangan pintar di bawah 100 USD justru mengalami penurunan pengiriman hingga 17 persen.
Meski menghadapi tantangan, Counterpoint memproyeksikan pasar jam tangan pintar akan kembali mengalami pertumbuhan moderat menjelang akhir 2025, dengan perkiraan kenaikan penjualan sekitar 3 persen. (LWM)

