RELUNG.ID – Media Partners Asia (MPA) telah merilis riset terbaru untuk pasar Video On Demand atau streaming di Asia Tenggara di tahun 2024.
Dari riset tersebut, diketahui Pasar Streaming Asia Tenggara mengalami pertumbuhan yakni sebesar 14 persen.
Di mana, tahun 2024 total pendapatan Pasar Streaming ini mencapai 1,8 miiliar Dolar AS. Dari nilai tersebut, pendapatan terbesar dari Indonesia dengan nilai 552 juta Dolar AS. Kemudian disusul Thailand posisi kedua dengan nilai 473 juta Dolar AS.
Dalam laporan ini, jenis konten yang populer yakni anime, khususnya platform SVOD di Thailand. Tayangan Korea merupakan pendorong utama jumlah penonton, tetapi konten dari Amerika Serikat mencakup sekitar 20 persen dari jumlah penonton.
Di antara layanan streaming video-on-demand, Netflix memiliki pangsa pendapatan sebesar 42 persen dan pangsa pemirsa sebesar 52 persen di Asia Tenggara pada tahun 2024, dengan layanan yang kini memiliki 12 juta pelanggan di wilayah tersebut.
Wilayah Asia Tenggara secara keseluruhan sekarang memiliki 53,6 juta pelanggan di antara berbagai layanan.

