RELUNG.ID- Pasca banjir yang melanda wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tujuh orang dilaporkan terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di tiga kecamatan, dengan rincian dua orang di Kecamatan Rupit, dua orang di Kecamatan Rawas Ulu, dan tiga orang di Kecamatan Karang Jaya.
“Jumlah tersebut terhitung sejak Januari tahun ini, sesuai dengan laporan yang masuk kepada kami,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara, Tasman Majid, pada Kamis (6/2/2025).
Tasman menjelaskan bahwa DBD biasanya berkembang pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Meskipun tujuh orang terjangkit, ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat penyakit ini.
“Alhamdulillah, tidak ada yang meninggal dunia,” jelasnya.
Ditambahkan Tasman, bahwa pada tahun lalu, pasca banjir 2024, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 120 kasus. Meskipun tahun ini jumlahnya lebih rendah, ia tetap mengingatkan bahwa jumlah kasus bisa meningkat seiring dengan pergantian musim.
“Meski jumlahnya lebih sedikit tahun ini, tidak menutup kemungkinan akan bertambah, mengingat masa transisi musim hujan ke kemarau akan segera terjadi,” lanjutnya.
Untuk mengantisipasi potensi wabah DBD, Tasman mengungkapkan bahwa pihak Dinkes sudah menyiagakan tim Surveilans di setiap Puskesmas. Selain itu, tindakan pencegahan seperti abate dan fogging sudah tersedia di fasilitas kesehatan setempat.
“Apabila ada masyarakat yang terindikasi terjangkit DBD, tim tersebut langsung turun ke lapangan,” tuturnya.
Tasman juga menjelaskan bahwa penyebab terjangkitnya penyakit DBD pada tujuh kasus ini bukanlah akibat pasca banjir, melainkan disebabkan oleh kebersihan lingkungan yang kurang terjaga, terutama di sekitar rumah.
Ia mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan tiga langkah pencegahan yang dikenal dengan istilah “3M”, yaitu Menutup, Menguras, dan Mengubur tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk.
“Selain itu, konsumsilah makanan yang sehat dan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh,” imbuhnya.[ALA]

