RELUNG.ID – Pasca banjir bandang yang melanda Lahat yang juga terdampak di Muara Enim.
Kini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terpaksa menghentikan sementara pengolahan air bersih.
Hal ini dikarenakan kondisi Sungai Lematang dan Sungai Enim dipenuhi sampah.
Baca Juga: Tobirama Ciptakan Jitsu Terlarang Edo Tensei? Ini 3 Alasanya
Berdasarkan pantauan, terlihat sampah berupa kayu-kayuan terbawa ke Sungai Enim serta dipenuhi dengan sampah rumah tangga lainnya.
Humas PDAM Lematang Enim, Jhon membenarkan penghentian sementara pengolahan air bersih ini. Hal ini dikarenakan tingkat kekeruhan sungai yang tinggi hingga mencapai 3.120 ntu. Ditambah lagi dengan banyaknya sampah yang hanyut di Sungai.
“Kondisi ini tidak bisa diolah lagi, karena standar Water Treatmen Plant (WTP) PDAM Lematang Enim 300 ntu dengan pH standar 6.5 sampai 8.5,” katanya.
Jika pengelohan dipaksakan tentunya tidak ekonomis dan tidak sehat. Karena itu, dia pun meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Selain itu, dia juga meminta pelanggan untuk berhemat dalam penggunaan air bersih.
Baca Juga: Ditangkap Karena Simpan Senpira, Ternyata Pelaku Kerap Merampok Lintas Provinsi
Berdasarkan data, total pelanggan PDAM Lematang Enim saat ini yaitu 39.421 pelanggan yang terdiri dari 17.000 pelanggan di Kota Muara Enim, dan 11.000 pelanggan di Kota Tanjung Enim.
“Sejauh ini kami belum tahu sampai kapan kondisi ini kembali normal,” pungkasnya.

