RELUNG.ID – Panglima Tertinggi Pasukan Revolusioner Monkey D Dragon tengah melakukan upaya untuk mengajak Pemerintah Dunia perang. Dragon juga sudah mempersiapkan 12 negara dan kerajaan kecil di semesta One Piece untuk bergabung dalam BIG WAR melawan Pemerintah Dunia.
Monkey D Dragon sebelumnya mengajak orang keduanya Kepala Staf Pasukan Revolusioner Sabo dan salah satu Komandan Pasukan Revolusioner Emporio Ivankov.
Baca Juga: Luffy Sebut Mukanya Tidak Mirip dengan Dragon
Disana Dragon mendengarkan Sabo yang ingin secepatnya melakukan perang melawan Pemerintah Dunia. Karena Sabo telah melihat dengan jelas ketidak beresan dewan dunia mereka para tetua Gorosei dan penguasa pemerinta dunia Im Sama.
Mereka membunuh Raja Alabasta Nefertari D Cobra karena nenek moyangnya berkhianat kepada mereka di abad kekosongan.
Kondisi itu tidak bisa di anggap enteng Sabo khawatir Im Sama akan melakukan tindakan berbahaya sebelum terjadi langkah tegas langsung megibarkan bendera fajar baru atau BIG WAR.
Ayah dari Monkey D Luffy itu paham maksud dari Sabo dan secara tegas menyatakan perang. Namun Komandan Pasukan Revolusioner Emporio Ivankov menyebutkan dari pada langsung memulai perang dengan menyerang dikhawtirkan tidak efektif.
Baca Juga: Ini Janji Terselubung Dragon kepada Luffy yang Tak Diketahui Fans
Emporio Ivankov ingin pemerintah dunia khususnya bangsawa dunia Tenryuubito merasakan kesensaraan yang diberikannya kepada masyarakat.
Emporio Ivankov bersama pasukannya akan menyerang terlebih dahulu makanan yang dibawah ke Marijoa sebagai pasokan makanan disana.
Itu bertujuan agar mereka merasakan kelaparan dan disiksa oleh kelaparan sebelum diserang lebig efektif.
Dragon kemudian memulai memancing perang dengan mengambil semua akses makanan yang dikirim ke Marijoa hingga Tenryuubito sudah mulai mengeluhkan kelaparan.
Jelas perang antara Pasukan Revolusioner dan Pemerintah Dunia tinggal menghitung waktu di One Piece.

