RELUNG.ID — Manggala Agni telah melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan sejak akhir Maret lalu sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk meminimalkan risiko Karhutla pada tahun ini.
“Upaya mitigasi telah dilakukan sejak awal, tim Manggala Agni telah melakukan patroli ke sejumlah titik rawan Karhutla sejak akhir Maret lalu,” ujar Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Kristianto, Rabu (17/4/2024).
Ferdian menyatakan bahwa kondisi lahan di Sumsel masih aman saat ini, termasuk untuk lokasi-lokasi gambut di Wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), dan sekitarnya.
“Kondisinya masih aman karena masih musim penghujan di Sumsel. Karhutla sudah terjadi di Sumatera Utara dan Riau sejak Februari kemarin. Namun, saat ini kami masih memeriksa sumber-sumber air dan lokasi bekas Karhutla,” jelasnya.
Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara manual untuk membuka lahan.
“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam meminimalkan risiko Karhutla,” tambahnya.
Beberapa wilayah menjadi fokus perhatian pihaknya, termasuk lokasi-lokasi yang sering terkena Karhutla seperti OKI, Muara Enim, OI, Muba, dan sekitarnya.
“Wilayah-wilayah yang menjadi perhatian termasuk Kedaton, Kayu Agung, dan Jejawi di OKI. Di Muara Enim, fokusnya adalah di Gelumbang, sedangkan di Muba, di Keluang dan Bayung Lencir. Di OI, perhatian kami tertuju pada Indralaya,” terangnya.
Ferdian juga menyebut bahwa pasca Karhutla di OKI tahun lalu, pompa besar telah ditarik karena belum digunakan hingga saat ini. Alat-alat berat yang disiapkan juga telah dikembalikan. Namun, jika terjadi Karhutla kembali, pihaknya akan menggunakan kembali peralatan tersebut di titik-titik rawan.
“Kami menarik pompa besar karena kondisi tergenang yang ekstrem. Selanjutnya, tahapan pemberdayaan masyarakat akan dilakukan oleh tim dari BRGM (Badam Restorasi Gambut dan Mangrove),” tambahnya.[RG]

