Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»PDIP: Tanpa Kudatuli Tak Ada Reformasi, Tapi Sekarang “Anak Tukang Kayu” Sudah Error
Politik

PDIP: Tanpa Kudatuli Tak Ada Reformasi, Tapi Sekarang “Anak Tukang Kayu” Sudah Error

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda28/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning (kiri) dalam diskusi bertajuk "Kudatuli, Kami Tidak Lupa" di kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (20/7/2024). (Foto dok. PDIP)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Politisi senior PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menyebut peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) sebagai tonggak penting lahirnya reformasi di Indonesia. Menurutnya, tanpa Kudatuli, demokrasi seperti sekarang ini tak akan pernah terwujud.

Hal itu disampaikannya dalam acara peringatan 29 tahun peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (27/7/2025).

“Tanpa Kudatuli, tanpa 27 Juli tidak ada reformasi. Tidak ada demokratisasi yang kita perjuangkan. 27 Juli tonggak reformasi,” tegas Ribka.

Ia menambahkan, Kudatuli membuka jalan bagi rakyat kecil untuk bisa memimpin di republik ini, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang sederhana seperti buruh, petani, hingga tukang kayu.

“Tidak ada 27 Juli, tidak ada anak buruh jadi anggota DPR. Tidak ada 27 Juli, Bonnie (Triyana) tidak jadi anggota DPR. Tidak ada 27 Juli, tidak ada anak petani jadi gubernur. Tidak ada 27 Juli, tidak ada anak tukang kayu jadi presiden,” ujarnya.

Namun secara mengejutkan, Ribka menyelipkan sindiran keras terhadap Presiden Jokowi.

“Walaupun sekarang sudah error. Ya, itu nasib namanya,” tambahnya, tanpa menjelaskan secara rinci maksud “error” tersebut.

Pernyataan Ribka langsung mendapat tanggapan dari Freddy Damanik, Wakil Ketua Umum organisasi relawan Projo. Freddy menyebut peran Kudatuli memang penting bagi PDIP, tetapi sindiran terhadap Presiden Jokowi dinilainya sebagai bentuk “kekecewaan pribadi”.

“Kalau benar tanpa Kudatuli tidak ada anak tukang kayu jadi presiden, maka logika yang sama berlaku: tanpa PDIP, tidak akan ada Presiden Megawati,” ujar Freddy.

Ia juga menyindir balik bahwa Ribka tampaknya belum bisa menerima kenyataan politik saat ini, termasuk kekalahan PDIP pada Pilpres 2024.

“Itu ucapan orang sakit hati. Sekarang bukan saatnya baper, tapi evaluasi. Apakah PDIP masih partainya wong cilik? Karena faktanya di Pilpres 2024, wong cilik lebih memilih Prabowo-Gibran yang didukung Pak Jokowi dan KIM,” ungkapnya.

Kilasan Kudatuli: Akar Konflik Internal dan Awal Reformasi

Peristiwa Kudatuli merupakan bentrokan politik besar pada 27 Juli 1996 yang terjadi akibat konflik dualisme kepemimpinan di tubuh PDI antara Megawati Soekarnoputri dan kubu Suryadi yang didukung penguasa Orde Baru. Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, saat itu diserbu oleh massa pendukung Suryadi, menyebabkan kerusuhan massal dan korban jiwa.

Peristiwa ini kemudian dianggap sebagai salah satu pemicu semangat reformasi yang akhirnya menggulingkan kekuasaan Soeharto dua tahun setelahnya.[TIM]

Anak Tukang Kayu Kudatuli PDIP
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRoy Suryo Bantah Jadi ‘Pion Isu Ijazah Palsu Jokowi’, Sebut Tuduhan Ngaco dan Tak Masuk Akal
Next Article Roy Suryo soal Reuni Jokowi di UGM: “Tak Ubah Apa-apa, Skripsi Tetap Diragukan”
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,876 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,722 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?