RELUNG.ID – Pembangunan Pelabuhan Baru Tanjung Carat di Sumatera Selatan diarahkan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), tanpa mengandalkan pendanaan dari APBN. Model pembiayaan ini membuka peluang keterlibatan investor strategis dalam mempercepat realisasi proyek infrastruktur logistik berskala besar tersebut.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sumsel Basyarudin Ahmad menjelaskan bahwa tahapan proyek akan dimulai melalui peluncuran resmi pada 9 April, sebelum berlanjut ke pembentukan Joint Venture (JV) hingga Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai pengelola operasional.
“Groundbreaking itu tahap panjang, karena ini tidak didanai dengan APBN, ini investasi KPBU semua. Jadi prosesnya project launching dulu tanggal 9 April nanti, habis itu pembentukan Joint Venture (JV), kemudian pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP),” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Proyek ini digagas oleh konsorsium yang melibatkan tiga perusahaan besar, yakni PT Pelindo, Samudera Pasai Indonesia, serta Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG). Kolaborasi tersebut akan membentuk Special Purpose Vehicle (SPV) atau BUP yang bertugas mengelola aspek teknis dan operasional pelabuhan.
Basyarudin menyebut struktur kepemilikan saham dalam konsorsium masih dalam tahap perumusan. Namun, skema bisnis yang disiapkan diharapkan mampu menarik minat investor domestik maupun asing untuk mendukung pengembangan infrastruktur pendukung. (kalimat tidak langsung)
“Investor itu pemrakarsa namanya. Ada Pelindo, ada Samudera Pasai Indonesia, dan juga ada Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG),” jelasnya.
Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama internasional, termasuk potensi pengembangan jaringan kereta api logistik yang terintegrasi dengan kawasan pelabuhan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang dari dan menuju kawasan industri di Sumsel.
Sejumlah perusahaan besar seperti PT Pusri, Pertamina, dan PT KAI disebut berpotensi menjadi anchor tenant yang akan memanfaatkan layanan pelabuhan tersebut.
“Insya Allah kita percepat badan usaha pelabuhan dulu, baru kita proses untuk percepatan groundbreaking,” katanya.[THQ]

