RELUNG.ID – Para pelaku usaha otomotif di Sumatra Selatan (Sumsel) mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah untuk mempertimbangkan relaksasi kebijakan opsen pajak kendaraan bermotor yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2022. Permintaan ini disampaikan sebagai respons terhadap tren penurunan pasar otomotif di wilayah tersebut.
Biyouzmal, Regional Business Head Auto2000 Sumatera, menjelaskan bahwa kondisi pasar yang melemah menjadi alasan utama di balik permohonan ini. “Kami berharap adanya relaksasi, mengingat pasar otomotif di Sumsel saat ini sedang mengalami penurunan,” ungkapnya setelah bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Rabu (25/6/2025).
Berdasarkan data hingga Mei 2025, pasar otomotif Sumsel menunjukkan penurunan signifikan. Penjualan kendaraan yang sebelumnya mencapai sekitar 2.300 unit kini turun menjadi 1.800 unit, atau berkurang sekitar 400-500 unit. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi penurunan sebesar 21% secara tahunan (YoY).
“Penurunan ini juga terjadi di wilayah Sumatra secara keseluruhan, termasuk kami sebagai pelaku usaha otomotif,” tambah Biyouzmal.
Menurutnya, relaksasi opsen pajak kendaraan bermotor dapat membantu menjaga stabilitas pasar otomotif, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan daerah.
“Kami berharap dengan adanya relaksasi, penurunan pasar dapat ditekan sehingga kontribusi dari sektor otomotif terhadap pendapatan daerah Sumsel bisa tetap optimal,” katanya.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menanggapi permohonan ini dengan menyebutkan bahwa keputusan terkait opsen pajak harus memperhatikan tiga aspek penting.
“Pertama, penerimaan daerah harus tetap tercapai, mengingat pajak kendaraan adalah salah satu penyumbang utama bagi pembangunan di Sumsel,” jelasnya.
Kedua, kebijakan opsen juga harus mempertimbangkan konsumen, terutama kelompok pengguna kendaraan untuk keperluan mencari nafkah, seperti pengemudi ojek online.
“Jangan sampai mereka menjadi terlalu terbebani,” tambah Herman Deru.
Ketiga, kepentingan pelaku usaha otomotif juga harus diperhatikan agar penurunan omset dapat dihindari. “Karena sektor ini mempekerjakan banyak tenaga kerja, sehingga penting untuk menjaga stabilitas bisnis mereka,” ujarnya.
Herman Deru menyatakan telah menginstruksikan semua pihak terkait untuk duduk bersama guna mencapai solusi yang seimbang, dengan memperhatikan pendapatan daerah, kepentingan konsumen, dan keberlangsungan usaha otomotif di Sumsel.

