Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Pelatihan Pengelolaan Ekosistem Gambut Melalui Permainan Edukatif di Sumsel
Regional

Pelatihan Pengelolaan Ekosistem Gambut Melalui Permainan Edukatif di Sumsel

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda23/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Tim ICRAF Indonesia saat menjelaskan cara bermain H2Ours kepada peserta. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Sumsel menjadi lokasi pelatihan inovatif dalam pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan. Menggunakan permainan papan bernama H2Ours, pelatihan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan pelestarian ekosistem gambut kepada masyarakat.

Permainan H2Ours di desain untuk menyimulasikan siklus hidrologi lahan gambut dengan cara yang mudah dipahami. Dalam setiap sesi, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi tantangan untuk mengelola lahan gambut dengan mempertimbangkan dua sumber daya utama: uang dan air. Setiap keputusan yang diambil dapat membentuk kondisi ekonomi dan lingkungan, berpotensi menyebabkan risiko kebakaran lahan maupun banjir.

“Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana keputusan satu kelompok dapat mempengaruhi kelompok lain dalam pengelolaan ekosistem gambut.”kata Ni’matul Khasanah, peneliti dari ICRAF Indonesia, Kamis (23/1).

Ni’ma menyebutkan pula betapa pentingnya masyarakat memahami dampak dari perubahan fungsi ekosistem tersebut, terutama akibat konversi lahan dan pembangunan infrastruktur melalui permainan H2Ours.

“Walaupun secara teknis ada yang menang dan yang kalah dalam permainan ini – namanya juga permainan – H2Ours sebenarnya ingin mendorong pemain untuk berpikir tentang lahan gambut sebagai suatu lanskap atau bentang alam, di mana keputusan yang dibuat oleh satu pihak berdampak pada pihak lain,” kata Ni’ma.

Dia menegaskan lokasi Sumsel dipilih dengan cermat, mengingat provinsi ini memiliki lahan gambut yang luas, meski kini luas tersebut semakin berkurang karena kebakaran, deforestasi, dan perubahan penggunaan lahan.

“Dari data yang ada, luas lahan gambut di Sumsel merosot dari 2,1 juta hektar pada tahun 2017 menjadi hanya 1,7 juta hektar pada tahun 2024,”kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Banyuasin, Martini Yulia, berharap pelatihan ini dapat memperkaya pemahaman pihaknya dalam menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG).

“Pelatihan ini sangat membantu kami untuk lebih memahami langkah-langkah kebijakan dalam meningkatkan fungsi ekosistem gambut ke depan,” ujarnya.

Apalagi Kabupaten Banyuasin, yang dikenal memiliki ekosistem gambut yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus budidaya, menghadapi tantangan dalam pemanfaatan lahan. Banyak kegiatan budidaya yang berlangsung di area yang seharusnya berfungsi sebagai zona perlindungan.

“Pelatihan ini dinilai penting untuk menjamin bahwa dokumen RPPEG yang disusun mampu berjalan sesuai tujuan dengan pendekatan yang berkelanjutan, ” kata dia. [AYK]

Ekosistem Gambut Permainan Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTruk Kontainer Tertahan di Pintu Tol Bayung Lencir, Ketinggian Jadi Masalah
Next Article Jersey Timnas Indonesia Baru dengan Tema ‘Indonesia Pusaka’
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,893 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,766 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,739 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?