RELUNG.ID – Memasuki bulan September, curah hujan di wilayah Sumsel diprediksi mengalami penurunan dan masuk dalam musim kemarau. Meski demikian, masih ada sebagian kecil berada di musim hujan.
Hal diketahui dari monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, Rabu (3/9/2025).
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis dalam keterangan tertulisnya menuliskan, sifat hujan didasarian III Agustus sebagian besar berada pada kategori ‘atas normal’. Hal ini dibuktikan dari 52 persen wilayah di Sumsel masih terjadi hujan saat pemuktahiran data,
Dia mengaku, pada monitoring Dasarian II Agustus 2025, menunjukkan indeks IOD -1.04 dan indeks ENSO -0.35. IOD diprediksi cenderung Negatif akan bertahan hingga Desember 2025 dan ENSO diprediksi terus bertahan berada Netral pada semester dua tahun 2025.
Aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin timuran. Belokan angin terlihat di wilayah sekitar ekuator. Pola tekanan rendah terlihat di perairan barat Sumatera, Kalimantan bagian barat dan perairan utara Papua.
Analisis pada dasarian II Agustus 2025 menunjukkan MJO aktif di Fase 2 (wilayah Samudera Hindia) dan diprediksi aktif di fase 3-4 pada awal dasarian III Agustus 2025.
“Secara spasial gelombang kelvin diprediksi aktif di perairan Laut Jawa dan Laut Banda pada awal dasarian III Agustus 2025,” tulisnya.
Pada September ini, dia menjelaskan sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi berpeluang lebih dari 50 persen terjadi CH Rendah dan 50 persen lagi berpeluang terjadi CH Menengah (51-150 mm).
“Sebagian besar di Sumsel ini telah memasuki periode musim kemarau, ada juga yang masih berada di musim peralihan dari kemarau ke musim hujan. Lalu, ada juga 2 ZOM yang masih berada di musim hujan,” terangnya.
“Kami berharap masyarakat terus waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang akan timbul selama periode ini, seperti potensi peningkatan munculnya titik panas di wilayah Sumatera Selatan, waspada juga terhadap potensi terjadinya hujan secara tiba-tiba yang disertai petir dan angin kencang, serta selalu menjaga sanitasi lingkungan sekitar kita,” pungkasnya. (LWM)

