Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Peluang Industri Lokal Sumsel Menguat di Tengah Kebijakan Tarif AS
Regional

Peluang Industri Lokal Sumsel Menguat di Tengah Kebijakan Tarif AS

ADMINBy ADMIN05/04/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua KADIN Sumsel, Affandi Udji. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kebijakan Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan kenaikan tarif impor sebesar 32 persen terhadap barang-barang dari Indonesia diprediksi membawa dampak luas bagi perekonomian nasional.

Namun di balik tantangan yang muncul, sejumlah pihak menilai kondisi ini justru bisa menjadi peluang besar bagi industri dalam negeri, termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel).

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel, Affandi Udji, mengatakan bahwa kebijakan tersebut perlu dicermati secara menyeluruh. Menurutnya, selain membawa dampak negatif, kenaikan tarif impor dari AS ini juga membuka ruang tumbuh bagi pelaku industri lokal.

“Ini bisa menjadi momen kebangkitan bagi industri dalam negeri, termasuk Sumsel. Harga barang impor yang naik akan membuat konsumen dan pelaku usaha lebih melirik produk lokal,” ujar Affandi, Sabtu (5/4).

Ia menjelaskan, salah satu dampak positif yang paling nyata adalah meningkatnya gairah produksi lokal. Kenaikan harga barang impor dari AS akan membuat produk dalam negeri menjadi lebih kompetitif di pasar. Kondisi ini diharapkan mampu mendongkrak permintaan terhadap barang-barang buatan lokal, yang selama ini kalah saing dari produk impor.

“Bagi pengusaha Sumsel, ini adalah peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produksi. Kalau bisa memanfaatkan momentum ini, industri kita bisa tumbuh lebih cepat,” jelasnya.

Selain peningkatan permintaan terhadap produk lokal, Affandi juga menyoroti potensi percepatan hilirisasi dan industrialisasi. Terbatasnya akses terhadap barang-barang impor dinilai dapat mendorong pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.

“Kita jadi terdorong untuk lebih mandiri. Ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat sektor hilir dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa membuka jalan bagi diversifikasi pasar. Dengan tingginya tarif impor dari AS, pelaku usaha di Sumsel dapat mulai menjajaki peluang perdagangan ke negara-negara lain yang menerapkan kebijakan dagang lebih bersahabat.

“Ini saat yang tepat untuk memperluas pasar ekspor. Jangan terlalu bergantung pada satu negara. Justru kita harus menjadikan ini sebagai momentum untuk masuk ke pasar-pasar baru,” ucapnya.

Kendati demikian, Affandi tak menampik adanya tantangan yang harus dihadapi. Kenaikan tarif impor AS tetap berisiko menekan perekonomian, terutama bagi sektor industri yang selama ini bergantung pada bahan baku atau produk dari AS. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menyusun strategi adaptif.

“Pemerintah harus cepat tanggap. Industri lokal perlu dukungan dari sisi regulasi, pembiayaan, hingga insentif agar mampu menangkap peluang yang ada,” tegasnya.

Affandi menambahkan, dunia usaha Sumsel siap beradaptasi dan mengambil bagian dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional.

“Momentum ini benar-benar dimanfaatkan untuk membangun ketahanan industri lokal yang kuat dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (DSK)

KADIN Sumsel Kenaikan Tarif Impor Tarif Impor AS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGegara Tarif Impor Trump, Industri Karet Sumsel Gonjang-Ganjing: Harga Anjlok, Petani Tertekan
Next Article Jenazah Dibawa Pakai Pickup, Ambulans RSUD Martapura Tak Ada Sopir dan Bensin
ADMIN

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,885 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,756 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,731 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?