RELUNG.ID — Pemadaman lanjutan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diupayakan di wilayah Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing pada Senin (11/11/2024), namun beberapa titik api masih aktif.
“Tiga helikopter melakukan 65 kali water bombing di area yang terbakar di Pangkalan Lampam. Pemadaman lanjutan akan terus dilakukan,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Selasa (12/11/2024).
Dalam operasi tersebut, sekitar 260 ribu liter air telah dijatuhkan ke lahan terbakar. Meski demikian, beberapa area masih mengeluarkan asap dan memerlukan pemadaman lanjutan untuk mencegah penyebaran api. Helikopter water bombing menjadi andalan utama dalam pemadaman karena kemampuan menjangkau wilayah yang sulit dicapai oleh tim darat.
Seiring mulai masuknya musim hujan di Sumsel, lahan-lahan yang terbakar semakin sulit menyebarkan api ke area baru, memberikan dampak positif pada upaya pemadaman.
“Titik-titik yang terbakar tidak mudah meluas karena beberapa daerah sudah mulai basah,” tambah Sudirman.
Saat ini, jumlah helikopter water bombing yang tersedia di Sumsel berkurang menjadi lima unit, karena beberapa helikopter telah habis jam terbang atau di-reposisi ke wilayah lain.
Dari total 17 helikopter bantuan dari BNPB, terdapat 13 unit untuk pemadaman dan empat unit untuk patroli udara. Sejak awal operasi, tujuh helikopter water bombing telah habis jam terbang setelah digunakan hingga 300 jam sesuai masa kontrak. Sementara, satu helikopter lainnya telah dipindahkan ke Jambi.
Untuk patroli udara, saat ini tersisa dua helikopter setelah dua unit lainnya habis jam terbang. BNPB rencananya akan menambah satu unit lagi jika diperlukan.
Upaya ini menegaskan komitmen BPBD Sumsel dalam menanggulangi karhutla. Dengan memasuki musim hujan dan bantuan armada udara, diharapkan titik-titik api dapat segera padam.[AYK]

