RELUNG.ID — Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah mengganggu aktivitas masyarakat dan bisnis setempat.
Pemadaman yang dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB menyebabkan berbagai kendala, termasuk terhentinya penyaluran air bersih dari PDAM.
Warga, seperti yang disampaikan oleh Sari, merasa kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
“Terpaksa masak nasi pakai periuk lagi karena rice cooker tidak bisa digunakan yang paling mengesalkan, air PDAM pun ikut mati padahal itu kebutuhan utama buat mandi dan cuci,” ucapnya dengan nada kesal.
Pengusaha roasting kopi, seperti Andrian, juga mengalami dampak yang signifikan. Mesin roasting otomatis yang digunakan untuk pembuatan bubuk kopi tidak bisa beroperasi selama pemadaman.
“Padahal hari ini saya mesti meroasting 60 kilo biji kopi pesanan pelanggan di Jakarta, mesin genset kebetulan saya belum punya. Parahnya, saya mau kasih info ke pelanggan soal kendala ini karena listrik padam, koneksi internet pun juga terganggu,” keluh Andrian.
Tidak hanya itu, kegiatan di kantor dinas pemerintah Kota Pagar Alam juga terkendala akibat pemadaman. Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) mengalami kesulitan karena koneksi WiFi yang diperlukan untuk mengunggah berbagai laporan kegiatan tidak berfungsi.
“Saya ada tugas mengedit video presentasi kepala dinas untuk keperluan besok rapat di kantor Walikota. Tapi karena koneksi wifi tidak berfungsi normal akibatnya aplikasi editor video terganggu meskipun kami menggunakan genset,” ujar Wawan.
Pemadaman listrik yang berlangsung hampir tujuh jam lebih ini menunjukkan betapa pentingnya pasokan listrik yang stabil bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bisnis di wilayah tersebut. [RG]

