RELUNG.ID – BYD kini telah menargetkan pembangunan pabrik di Indonesia pada akhir tahun ini. Nantinya, setelah selesai, produsen kendaraan listrik ini akan segera memproduksi mobil listrik pertamanya di Indonesia.
Hal ini diungkapkan Presiden Direktur BYD di Indonesia, Eagle Zhao dikutip dari Reuters, Rabu (22/1).
Dia mengatakan, pembangunan pabrik ini dalam rencana jangka panjangnya adalah untuk pasar ekspor.
“Setiap perkembangan manufaktur lokal kami cukup lancar dan sesuai rencana. Kami akan menjaga komitmen kami, yaitu pada akhir tahun 2025, kami akan menyelesaikan pekerjaan konstruksi,” katanya.
Pabrik yang dibangun di sebuah kompleks industri di Subang, Jawa Barat ini memiliki nilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp16,38 triliun dengan kapasitas produksi 150.000 unit mobil listrik per tahun.
Kepastian pembuatan pabrik BYD sudah dikomunikasikan kembali ke pemerintah melalui Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani saat mengunjungi kantor pusat BYD di Shenzen, China.
Zhao mengatakan bahwa ia berharap pabrik baru ini dapat memproduksi mobil pertamanya tidak lama setelah pembangunannya selesai.
BYD juga akan memperoleh insentif berupa pembebasan bea masuk dan PPnBM untuk impor mobil listrik secara utuh (CBU).
Saat ini, BYD telah memasarkan empat model mobil listrik di Indonesia, yaitu BYD Seal, Atto 3, Dolphin, dan M6. Sepanjang Juni-Desember 2024, BYD berhasil mencatat penjualan lebih dari 15.000 unit mobil listrik di Indonesia. (AAL)

