RELUNG.ID- Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumatera Selatan (Sumsel), Ida Pebriani, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pemangkasan anggaran untuk pemeliharaan jalan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sumsel.
Meskipun dalam rapat sebelumnya dengan DPRD Sumsel sempat dibahas soal efisiensi anggaran, namun keputusan resmi mengenai kegiatan yang akan dipangkas masih belum ditetapkan.
“Kalau sekarang belum ada real pemangkasan. Rapat dua minggu kemarin dengan DPRD memang ada rencana pemangkasan, tapi belum tahu kegiatan mana saja,” ujar Ida, Selasa (18/2/2025).
Pemprov Sumsel telah merencanakan perbaikan untuk 18 ruas jalan tahun ini, yang jumlahnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa kegiatan pemeliharaan jalan pun sudah dimulai, salah satunya adalah pembuatan pile on slab untuk jalan di Gandus, sementara pekerjaan fisik lainnya akan segera dimulai. Pemeliharaan jalan berkala juga akan dilakukan di Jalan Noerdin Pandji dan Jalan Sultan Mansyur.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, memastikan bahwa proyek pemeliharaan jalan tidak akan terpengaruh oleh efisiensi anggaran tahun 2025. Menurutnya, pemeliharaan jalan merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung kepada masyarakat, sehingga tetap menjadi prioritas.
“Pekerjaan yang sifatnya kebutuhan untuk masyarakat tetap sesuai perencanaan awal. Pemeliharaan jalan sifatnya prioritas tetap, tidak terkena efisiensi anggaran,” ungkap Edward.
Dia menambahkan bahwa pemeliharaan jalan tahun ini sudah mulai memasuki tahap perencanaan. Semua pekerjaan yang telah terprogram akan tetap dilaksanakan sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan.
“Segera ya, sekarang sudah mulai perencanaan dan yang sudah diprogramkan akan tetap dilaksanakan sesuai time line,” kata Edward menegaskan.[YKP]

