RELUNG.ID — Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, mendorong para produsen sepeda motor untuk meningkatkan kinerja ekspor guna mendukung perekonomian nasional.
Hal ini diungkapkan oleh Faisol Riza dalam pembukaan pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024 di ICE BSD, Tangerang. Pemerintah menilai peningkatan ekspor motor dapat meningkatkan devisa negara sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Kami berharap ekspor kendaraan bermotor roda dua bisa lebih meningkat karena masih berada di peringkat ke-11 untuk eksportir dunia. Ini penting untuk meningkatkan devisa sekaligus menyerap tenaga kerja lebih luas,” kata Faisol Riza.
Menurutnya, industri motor memiliki potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Saat ini, sekitar lima juta tenaga kerja terserap dalam rantai industri kendaraan roda dua, mencakup dari prinsipal hingga industri pendukung.
Terkait hal ini, Thomas Wijaya, Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM), menyebutkan bahwa kinerja ekspor perusahaannya menunjukkan tren positif. Tahun ini, AHM diperkirakan akan mengekspor hingga satu juta unit motor, mencakup produk dalam bentuk utuh (CBU) dan komponen knockdown.
“Ekspor kami meningkat signifikan, sekitar 10-20 persen, dengan total hampir satu juta unit yang terdiri dari 20 persen CBU dan 80 persen komponen knockdown,” ujar Thomas.
Thomas menjelaskan bahwa Honda menargetkan peningkatan ekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Brasil, dan Argentina, sambil terus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik. Model motor dengan kapasitas di atas 125 cc, seperti ADV 160, PCX 160, dan Vario 160, menjadi andalan dalam ekspor ke pasar internasional.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekspor sepeda motor pada September 2024 mencapai 51.944 unit, menurun dari Agustus yang mencapai 56.715 unit.
Secara akumulasi, sejak Januari hingga September 2024, jumlah ekspor sepeda motor tercatat 399.989 unit, atau turun 6,7 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Dalam segmen produk ekspor, motor matik atau skuter mendominasi dengan porsi 46,55 persen, diikuti oleh segmen motor sport sebesar 27,11 persen, dan motor underbone sebesar 26,34 persen. Pemerintah berharap kolaborasi antara industri dan pemerintah dapat memperbaiki performa ekspor di masa depan.[TRA]

