RELUNG.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin telah menyiagakan mobil derek sebagai langkah antisipasi terhadap kemacetan yang mungkin terjadi di Jalintim (Jalur Lintas Timur) area Jalan Palembang-Jambi. Langkah ini diambil untuk memudahkan proses evakuasi kendaraan jika terjadi insiden di jalan.
“Pemkab Banyuasin menyiapkan mobil derek dari Dinas Perhubungan untuk membantu petugas dalam memberikan bantuan kepada pengendara yang mengalami insiden, namun saya berdoa semoga semua dapat terkendali dengan baik,” ujar Pj Bupati Banyuasin, Hani Syopiar Rustam.
Pihak terkait, termasuk kepolisian, Dishub, Sat Pol PP, dan Dinas Kesehatan, telah melakukan pengecekan kesiapan personel menghadapi puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 14-15 April.
Hani mengimbau kepada para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan perjalanan kembali ke daerah asal. Pemudik juga dipersilakan untuk memeriksa kesehatan di posko-posko yang telah disiapkan di sepanjang jalur mudik di Banyuasin.
“Pemkab Banyuasin mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Banyuasin, Polda Sumsel, dan jajaran lainnya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendara yang melintasi Banyuasin,” tambahnya.
Kadishub Sumsel, Arinarsa JS, menyatakan bahwa tambahan personel telah disiapkan untuk menghadapi puncak arus balik, khususnya pada H+4. Penambahan ini dilakukan karena terjadi peningkatan jumlah pemudik yang melebihi prediksi, dari awal hanya 7 persen menjadi sekitar 20 persen
Beberapa titik yang menjadi perhatian adalah di Simpang Betung, di mana terjadi penumpukan kendaraan akibat pasar yang buka dan kendaraan yang parkir di lokasi tersebut.
Untuk mengatasi hal ini, kantung-kantung parkir telah disiapkan untuk kendaraan besar yang dilarang beroperasi, dan jika sudah penuh, mereka akan diminta untuk putar balik.[RG]

