RELUNG.ID — Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sumatera Selatan, sedang ditertibkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menyukseskan World Music Jazz Festival 2024.
Event bertaraf internasional ini dijadwalkan berlangsung di BKB, menjadikannya fokus sterilisasi tanpa kehadiran pedagang kaki lima (PKL) maupun pengamen.
Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang, Herison, menyatakan bahwa langkah ini sesuai instruksi Penjabat Wali Kota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta.
“Event ini tingkat dunia. Berdasarkan perintah Pak Wali, kawasan BKB harus steril dari PKL, pengamen, dan dijaga keamanannya hingga acara selesai,”ungkap Herison, Selasa (19/11/2024).
Sebagai bagian dari sterilisasi, jam operasional di kawasan BKB dibatasi hingga pukul 22.00 WIB. Surat Edaran Wali Kota Nomor 37 Tahun 2024 mengatur pembatasan ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama persiapan dan pelaksanaan event.
“Kalau jamnya sudah lewat, kami mengimbau masyarakat untuk meninggalkan kawasan BKB. Jika perlu, Satpol PP akan menertibkan,” jelas Herison.
Untuk memastikan kelancaran acara, sekitar 150 personel Satpol PP diturunkan untuk menjaga kawasan BKB. Fokus pengamanan mencakup kenyamanan peserta, pengunjung, serta pengelolaan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
“Kami ingin semua rangkaian acara berjalan tanpa hambatan dan memberikan kesan positif bagi wisatawan dan musisi internasional,” tambah Herison.
Penjabat Wali Kota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta, menyampaikan optimisme bahwa World Music Jazz Festival 2024 akan mengukuhkan Palembang sebagai kota seni dan budaya.
“Palembang bukan hanya kota tertua di Indonesia, tetapi juga pusat seni dan budaya yang terus berkembang. Event ini menjadi momentum untuk mempromosikan Kota Pempek sebagai destinasi wisata dunia,” jelasnya.
Ucok juga berharap acara ini mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kunjungan musisi nasional dan internasional diharapkan membawa dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi Palembang. [AYK]

