RELUNG.ID – Pemprov melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel memastikan beras yang beredar di Sumatera Selatan aman dikonsumsi. Masyarakat diimbau tidak panik menyikapi isu beras oplosan yang tengah diusut Bareskrim Polri, pasca temuan dugaan kecurangan mutu dan takaran oleh sejumlah produsen di luar daerah.
“Di Sumsel belum ada laporan masyarakat terkait beras oplosan. Pengawasan kami berjalan, dan sejauh ini distribusi beras aman,” tegas Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Efendi, Minggu (13/7/2025).
Ia menjelaskan, setiap beras yang diproduksi dan diedarkan di Sumsel telah melalui uji laboratorium ketat dan prosedur sertifikasi PSAT (Pangan Segar Asal Tumbuhan). Hal ini untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
“Sebelum izin edar keluar, kami cek gudang, ambil sampel, uji laboratorium, sampai memastikan standar terpenuhi, termasuk kadar patahan beras,” ujar Ruzuan.
Meski ada isu yang menyeret nama salah satu produsen lokal, PT Belitang Panen Raya (BPR), Ruzuan menegaskan belum ada temuan pelanggaran di Sumsel.
Ia menambahkan, pengawasan bukan hanya tanggung jawab DKPP, tetapi juga Satgas Pangan dari kepolisian. “Untuk sidak dan penindakan, kewenangannya di Satgas Pangan,” katanya.
Ruzuan mengimbau masyarakat membeli beras bermerek yang terdaftar resmi dan sudah melalui uji laboratorium. Jika menemukan kejanggalan, masyarakat dipersilakan melapor ke DKPP atau Satgas Pangan.
“Di Sumsel, sekitar 10 perusahaan memproduksi beras dengan merek yang bervariasi. Semuanya telah melalui prosedur sesuai standar,” tegasnya.
Menurut Ruzuan, isu beras oplosan tak perlu membuat warga resah. “Jangan mudah percaya isu liar. Beli produk yang jelas legalitas dan kualitasnya,” tutupnya. (KPB)

