RELUNG.ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengunjungi langsung Sumsel.
Kunjungannya ini untuk meninjau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Salah satunya di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.
Baca Juga: Ini 5 Zodiak Sangat Setia Walapun LDR
Dia mengatakan, dirinya telah meninjau langsung ke lapangan untuk melihat penanganan. Menurutnya, penanganan Karhutla di Sumsel sudah maksimal, khususnya sejak masuknya Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni.
“Kami sudah 68 hari menangani Sumsel wilayah timur dan selatan, yakni OKI dan Ogan Ilir. Saya juga sudah mendapatkan penjelasan teknis terkait beberapa lokasi yang terus menerus mengalami karhutla,” kata Siti Nurbaya.
Pihaknya telah menganalisis karhutla di Sumsel secara keseluruhan. Di tahun 2023 sebanyak 80 persen hotspot yang berubah menjadi firespot berjumlah 10.090 titik.
Baca Juga: Ini 4 Alasan Orang Lebih Suka Simpan Masalahnya Sendiri
Jumlah tersebut jelas berbanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada di tahun 2019 yang berjumlah 29.000 titik dan sedangkan tahun 2015 berjumlah 71.000 titik.
Saat ini,pihaknya akan berkoordinasi dengan Dirjen Penegakan Hukum dan Pemerintah Daerah untuk memberikan sanksi hukum kepada perusahaan tersebut.
“Pada dasarnya, semua yang berlawanan dengan aturan akan dilakukan pemberian sanksi,” tegas Siti Nurbaya.
Baca Juga: Ini 5 Kebohongan Usopp yang Terwujud di Manga One Piece
Siti Nurbaya juga menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder lainnya terkait kekurangan persediaan air di kawasan Jungkal Kecamatan Pampangan, OKI.
“Tadi saya juga telah menerima laporan akan hal itu, nanti kita akan mengecek dan mengambil air di Sungai Komering,” pungkasnya.

