RELUNG.ID — Evie Hadenli, Ketua DPD Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Sumsel dan penanggung jawab dapur umum MBG, menanggapi isu yang berkembang terkait temuan dugaan ulat dalam menu MBG di Kabupaten Empat Lawang.
Menurut Evie, menu yang dibagikan kepada masyarakat, seperti ikan fillet patin krispi, bihun goreng, tahu goreng, dan buah pepaya, dipastikan tidak mengandung ulat. Ia menjelaskan bahwa ikan fillet yang digoreng garing sangat tidak mungkin mengandung belatung, mengingat teksturnya yang tipis dan renyah.
Evie juga menekankan bahwa makanan yang dibagikan dalam program MBG tersebut masih dalam kondisi fresh dan baru dimasak beberapa jam sebelum disalurkan.
“Kecuali jika ikan yang digunakan utuh atau dimasak kurang matang, barulah bisa dimengerti jika ada ulat,” ujarnya.
Meskipun demikian, Evie menambahkan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan tersebut.
Program MBG yang tengah berlangsung di Kabupaten Empat Lawang dimulai pada 17 Februari, dengan jumlah 3.092 porsi dibagikan setiap hari, mencakup siswa dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Sejak dimulai, program ini dikelola oleh Yayasan Vieki Indira Sriwijaya di bawah koordinasi PPJI Sumsel.
Di sisi lain, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki laporan terkait temuan ulat dan makanan yang diduga basi di SD Negeri 7 Tebing Tinggi.
“Kami sedang melakukan evaluasi dan menyetop sementara program tersebut untuk memastikan penyedia makanan bertanggung jawab,” tegasnya.
Saat ini, beberapa saksi dan pihak ketiga yang terlibat dalam distribusi makanan sudah diperiksa, dan proses investigasi masih berlangsung.[THQ]

