RELUNG.ID – Gerhana Matahari Hibrida bakal terjadi di Indonesia, Kamis besok (20/4).
Gerhana Matahari ini sangat spesial karena jarang terjadi.
Gerhana ini disebabkan berubahnya jarak antara permukaan bumi yang melengkung dengan bulan sebagai objek yang menghalangi saat gerhana matahari.
Baca Juga: Selama Hiatus, Anime Boruto Perlu Timeskip
“Gerhana Matahari Hibrida adalah gerhana Matahari yang tampak dari sebagian wilayah Bumi sebagai gerhana Matahari total, tetapi di sebagian wilayah lain tampak sebagai gerhana Matahari cincin,” kata Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Antariksa BRIN, Johan Muhammad.
Untuk Gerhana Matahari Total akan teramati khususnya di wilayah Indonesia bagian timur yang kurang lebih sekitar 1 menit. Sementara, daerah lainnya yang teramati hanya gerhana matahari parsial. Sedangkan, Gerhana Matahari akan teramati sebagai gerhana Matahari cincin di wilayah selatan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
“Untuk mengamati gerhana matahari ini disarankan agar tidak secara langsung tanpa filter khusus matahari seperti teleskop yang dilengkapi filter Matahari, kacamata khusus gerhana Matahari, kamera DSLR lensa telephoto yang dilengkapi filter Matahari dan kamera pinhole (lubang jarum),” terangnya.
Baca Juga: Usung Kamera 200MP, HP Realme 11 Series Bakal Hadir Mei
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNW) telah melakukan perhitungan terhadap peristiwa Gerhana Matahari tahun 1444 H menggunakan metode falak (sistem hisab) haqiqy bittahqiq (kontemporer).
“Hasilnya menunjukkan akan terjadi peristiwa Gerhana Matahari Campuran (Total Cincin) pada Kamis Legi tanggal 29 Ramadhan 1444 H yang bertepatan dengan tanggal 20 April 2023 M,” demikian pernyataan LF PBNU
Berikut jadwal lengkapnya untuk wilayah Sumsel. Awal Gerhana awal terhadi pada pukul 9.39 WIB. Kemudian, puncaknya terkadi 10.48 WIBdan akhir 12.01 WIB

