Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Liputan Khusus»Pendangkalan Parah Bendungan Air Baku Lahat, Banjir dan Alur Sungai Baru Ancam Warga
Liputan Khusus

Pendangkalan Parah Bendungan Air Baku Lahat, Banjir dan Alur Sungai Baru Ancam Warga

alwiBy alwi23/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bendungan Air Baku di Lahat. (Istimewa/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Warga Desa Muara Siban, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, mengeluhkan kondisi Bendungan Air Baku yang puluhan tahun tidak pernah dikeruk.

Kondisi sedimentasi yang parah saat ini, mengakibatkan waduk tersebut mengalami pendangkalan sehingga aliran Sungai Lematang keluar dari jalurnya, memunculkan alur baru yang kerap menyebabkan banjir.

Pendangkalan ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi bagi masyarakat tetapi juga mengancam ekosistem di sekitar waduk dan sungai. Terlebih, banjir yang sering terjadi saat hujan deras membuat warga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII segera melakukan normalisasi.

Baca juga :   Pemdes Sebut Gara-gara Truk Batu Bara, Jembatan Muara Lawai Ambruk

Menurut Mulyadi (45), seorang warga setempat, banjir kini menjadi ancaman rutin bagi permukiman. “Air Sungai Lematang meluap ke permukiman karena aliran sungai sudah tidak lagi sesuai jalurnya. Waduk yang seharusnya menampung air juga sudah dangkal, tidak mampu menahan volume air,” ungkapnya.

Siti Aisyah (38), warga lainnya, turut menyuarakan keresahannya. “Kami ingin pemerintah segera turun tangan. Kalau tidak segera dinormalisasi, masalah ini akan semakin parah. Kami juga khawatir efeknya terhadap sawah dan ladang kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tim Hukum dan Komunikasi Publik BBWS VIII, Didi Zulfikar saat dikonfirmasi mengatakan, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII saat ini belum memiliki rencana perbaikan secara menyeluruh.

Baca juga :   22 Orang Diamankan dalam OTT Kades di Lahat, Sekda Sumsel: Kami Prihatin


Namun, terkait laporan warga, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan tinjauan ke lapangan untuk mengetahui seberapa jauh dampak dari sedimentasi tersebut.

“Kami belum menganggarkan dana untuk pengerukan bendungan. Kami baru akan melakukan perbaikan rutin, sebab untuk pengerukan butuh perencanaan biaya dan penganggaran,” ucapnya.

Banjir Berulang, Bendungan Semakin Terabaikan

Bendungan Air Baku Lahat, yang berfungsi menampung air Sungai Lematang, memegang peran vital dalam mengatur volume air sungai sekaligus sebagai sumber pasokan air bagi PDAM Tirta Lematang. Namun, kondisinya terus menurun seiring waktu.

Baca juga :   [Laporan Khusus] Anggaran Tak Terbatas, Tapi Karhutla Sumsel Terus Berulang

Pada 2020, bendungan ini dihantam banjir besar yang menyebabkan kerusakan tanggul serta aliran air terhambat oleh tumpukan sampah kayu. Tidak berhenti di situ, banjir besar kembali terjadi pada 9 Maret 2023, merendam kawasan Desa Muara Siban, Pulau Pinang.

Berdasarkan data, banjir tersebut menghanyutkan 28 rumah, merusak 19 rumah lainnya, dan menyebabkan seorang warga hilang. Ironisnya, revitalisasi yang dilakukan selama ini hanya menyasar bagian atas bendungan, dengan penambahan fasilitas jogging track dan penghiasan area untuk kepentingan wisata.

Hal inilah yang dinilai membuat keberadaan bendungan kurang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Aktivis lingkungan setempat juga menyoroti hal ini.

Baca juga :   Wagub Sumsel Tinjau Persiapan Monitoring Pembentukan Koperasi Merah Putih di Lahat


Ketua Gerakan Cintai Lahat, Mahendra mengatakan, revitalisasi yang dilakukan seharusnya lebih fokus pada pemeliharaan fungsional bendungan, bukan hanya untuk keperluan estetika atau pariwisata.

Bendungan yang tidak berfungsi dengan baik justru membahayakan masyarakat, dan masalah sedimentasi ini tidak bisa dianggap remeh.

“Pemulihan fungsi bendungan harus menjadi prioritas, agar tidak ada lagi banjir yang merusak kehidupan warga dan lingkungan sekitar,” ucapnya.

Baca juga :   Usut Dugaan Kredit Fiktif BSB, Kejari Palembang Tetapkan Tersangka Baru

Mahendra menambahkan, penyelesaian masalah ini memerlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, BBWS VIII, dan masyarakat setempat.

“Kita membutuhkan pendekatan yang holistik, bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga penanganan masalah jangka panjang terkait pengelolaan sungai dan bendungan,” ungkapnya.

Menurutnya, pemangku kepentingan perlu bekerja sama untuk merancang solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah sedimentasi, tetapi juga mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan. “Rencana pembangunan baru di Desa Mulak juga perlu direalisasikan segera. Sehingga, pencegahan banjir di sekitar kawasan dapat lebih optimal,” pungkasnya. (ADM)

Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera Lahat Pendangkalan Bendungan Air Baku
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBulan Depan, Jaringan 2G T-Mobile Bakal Ditutup
Next Article Re:Zero Season 3 Arc Counterattack Bakal Tayang Perdana Tahun Ini, Berikut Jadwalnya
alwi

Related Posts

Liputan Khusus

Medan Karhutla Sumsel Makin Sulit Dijangkau, Motor Trail Pemadam Mau Digas ke Mana?

05/10/202612 Views
Liputan Khusus

[Laporan Khusus] KRI Sriwijaya-100, Menjaga Nama Besar Sejarah yang Kembali Berlayar di Laut Nusantara

01/10/202624 Views
Regional

Jembatan Rp1,5 Miliar di Kikim Timur Lahat Viral, Konstruksi Diduga Dikerjakan Asal-asalan

07/09/202613 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,911 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,783 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,756 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?