RELUNG.ID – Kinerja pendapatan negara di Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan hasil positif dengan capaian Rp3,31 triliun dari Januari hingga Maret 2025. Angka ini setara dengan 18,53% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sumsel, Agus Yulianto, menyampaikan bahwa capaian ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,80% secara year on year (yoy).
“Pendapatan negara Sumsel secara keseluruhan mencatat pertumbuhan positif, terutama pada penerimaan pajak yang tumbuh 9,12% yoy,” ungkap Agus, Jumat (2/5/2025).
Dari total pendapatan, penerimaan pajak memberikan kontribusi terbesar dengan realisasi Rp2,42 triliun atau 15,96% dari target Rp15,2 triliun. Meski terjadi kontraksi 14,9% pada Pajak Penghasilan (PPh) dengan realisasi Rp974 miliar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencatat pertumbuhan signifikan 19,5% dengan capaian Rp1,28 triliun.
Di sisi lain, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencatatkan peningkatan luar biasa sebesar 34,3% dengan total realisasi Rp3,27 triliun.
Menurut Kepala Perwakilan DJP Sumsel dan Babel, Tarmizi, kinerja pajak regional Sumsel berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target hingga akhir tahun. “Perubahan mekanisme core tax menyebabkan beberapa penerimaan cabang kini terpusat di kantor pusat wajib pajak, namun kami tetap optimis mencapai target 100%,” ujar Tarmizi.
Sektor kepabeanan dan cukai turut menjadi pendorong utama dengan realisasi Rp187 miliar, mencapai 72,76% dari target Rp258 miliar. Peningkatan ini mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 189,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Palembang, Andri Waskito, memaparkan bahwa penerimaan bea keluar berkontribusi signifikan sebesar Rp187,7 miliar, mencapai 201,27% dari target. Meski penerimaan bea masuk sempat terkoreksi akibat pengajuan pretitusi, total penerimaan dari sektor cukai—termasuk pengawasan terhadap hasil tembakau dan minuman beralkohol—bernilai Rp954 juta.
“Dari pengawasan barang seperti rokok, minuman beralkohol, dan etil alkohol, kami berhasil menambah Rp0,95 miliar ke kas negara,” jelas Andri.
Agus Yulianto menambahkan bahwa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mengalami penurunan sebesar -10,95%, dengan capaian Rp697 miliar atau 28,98% dari target. Namun, ia tetap optimis dengan langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah untuk meningkatkan realisasi pendapatan negara di kuartal berikutnya.
“Dengan upaya kolaborasi lintas sektor dan peningkatan efektivitas pengelolaan penerimaan, kami yakin capaian tahun ini akan lebih maksimal,” tutup Agus.
Pendapatan negara Sumsel yang terus bertumbuh menjadi indikator positif keberlanjutan pembangunan di wilayah ini, sekaligus memberikan optimisme terhadap pengelolaan ekonomi regional yang lebih stabil dan berkelanjutan.[THQ]

