RELUNG.ID – Penemuan prasasti bersejarah kembali mengguncang Kantor Wali Kota Palembang, yang lebih dikenal dengan nama Kantor Ledeng. Setelah temuan pertama di sisi kiri pintu masuk, kini ditemukan prasasti kedua di sisi kanan pintu, menambah catatan sejarah penting mengenai pembangunan gedung yang menjadi simbol kota Palembang.
Prasasti ini, yang berukuran sekitar dua meter dan berbentuk persegi panjang, mengabadikan momen peletakan batu pertama pembangunan Kantor Ledeng pada 17 September 1929. Ditulis dalam bahasa Belanda, prasasti tersebut mencatat nama tokoh-tokoh penting, termasuk Jhr. Mr. A.C.D. De Graeff, yang meletakkan batu pertama, dan Wali Kota Palembang saat itu, Ir. R.C.A.A.J. Nessel Van Lissa.
Narasi Sejarah Tersembunyi
Menurut Kms. Ari Panji, sejarawan sekaligus anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), prasasti ini ditemukan berkat kerja sama antara Pemerintah Kota Palembang, Pusat Kajian Sejarah Sumatra Selatan (PUSKASS), dan tim Office Museum.
“Penemuan prasasti di sisi kanan pintu masuk ini memperkuat sejarah berdirinya Kantor Ledeng pada masa Hindia Belanda. Kami menemukannya pagi ini sekitar pukul 9.30 WIB,” ujar Ari Panji, Rabu (16/1).
Teks Prasasti dan Terjemahan
Op Den 17 Den September Van Het Jaar 1929
Werd dezesteengeplaatst door Zijne excellentie Van nederlandsch Indie
Jhr. Mr. A.C.D. De Graeff
Ter hemannering aan Den bouw van De drakwaterleiding Van Palembang
Wa Arvoor Burgermeester
Ir. R.C.A.A.J. Nessel Van Lissa
De Werkzaamheden inzette Op Den 12 Den Januari Van Het Zelfdejaar
Door Het Inheen Van
De eerte paal voor dit gebouw.
Setelah dibersihkan, tulisan dalam prasasti diterjemahkan oleh tim PUSKASS, yang kemudian diketahui berisi informasi berikut:
“Pada tanggal 17 September Tahun 1929, diletakkan batu pertama oleh Yang Mulia dari Hindia Belanda, Jhr. Mr. A.C.D. De Graeff. Sebagai penghormatan atas pembangunan sistem pipa air di Palembang. Wali Kota Ir. R.C.A.A.J. Nessel Van Lissa memulai pekerjaan pada 12 Januari tahun yang sama, dengan penanaman tiang pertama untuk bangunan ini.”
Penemuan prasasti kedua ini semakin mempertegas peran Kantor Ledeng sebagai bagian dari sejarah pembangunan infrastruktur modern di Palembang pada masa kolonial. Kantor Ledeng, yang dibangun untuk sistem pengelolaan air bersih kota, menjadi salah satu bukti penting tentang kemajuan zaman kolonial dalam pembangunan kota.
Pemerintah Kota Palembang bersama tim TACB dan PUSKASS berencana untuk menjadikan prasasti ini sebagai bagian dari koleksi museum yang sedang dibangun di Kantor Ledeng, dengan harapan agar sejarah ini dapat terus terjaga dan menjadi edukasi bagi generasi mendatang.
“Kami berharap penemuan ini dapat menginspirasi kebanggaan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan sejarah untuk masa depan,” tutup Ari Panji.[AYK]

