RELUNG.ID- Penggemar K-pop global, bersama dengan juru kampanye Kpop4Planet, mengajukan tuntutan kepada HYBE, agensi besar di balik kesuksesan BTS, untuk memimpin perubahan dalam industri K-pop menjadi lebih ramah lingkungan.
Tuntutan ini disuarakan dalam aksi damai yang digelar di depan kantor pusat HYBE pada Jumat (17/1/2025).
Aksi ini merupakan bagian dari kampanye‘Plastic Album Sins’yang mendesak perusahaan hiburan untuk menghentikan praktik penjualan album fisik secara massal, yang berdampak pada meningkatnya sampah plastik.
Praktik seperti sistem undian untuk fansign, penjualan photocard secara acak, dan pengeluaran beberapa versi album dari rilisan yang sama dianggap sebagai penyebab utama dari masalah ini.
Juru kampanye Kpop4Planet di Korea Selatan, Nayeon Kim, mengungkapkan, penggemar K-pop secara konsisten mendesak perusahaan hiburan untuk menghentikan praktik penjualan yang tidak berkelanjutan dan melindungi planet.
Aksi ini juga didukung oleh Pongdang, seorang penggemar K-pop dan influencer di X, yang menambahkan bahwa strategi pemasaran album yang didorong oleh persaingan penjualan telah menimbulkan kemarahan di kalangan penggemar.
Praktik ini tidak hanya membebani keuangan penggemar, tetapi juga merusak lingkungan.
Lebih dari 10 ribu penggemar di seluruh dunia memberikan suara dalam penghargaan “2024 Sustainable K-pop Award.
HYBE menerima suara terbanyak dalam dua kategori penghargaan, yaitu Perusahaan Hiburan ‘Terpanas’ Tahun Ini dan Sustainable Fan-call Rookie.
Kategori pertama mengakui perusahaan-perusahaan yang mempraktikkan pemasaran album dengan dampak signifikan terhadap produksi sampah plastik di industri K-pop, sementara kategori kedua mengakui potensi perusahaan untuk memimpin praktik berkelanjutan dalam penjualan album.
Survei yang dilakukan oleh Kpop4Planet pada Agustus 2024 juga menunjukkan bahwa sistem undian untuk fansign merupakan salah satu taktik pemasaran yang paling bermasalah dalam industri ini. Sebagai bagian dari aksi tersebut, penggemar memberikan dua lightstick sebagai piala dengan spanduk bertuliskan “Kemenangan Sia-sia HYBE: Titik Terendah atau Titik Balik?”.
Kpop4Planet juga menyampaikan tuntutan yang sama kepada tiga perusahaan hiburan besar lainnya, yaitu YG, SM, dan JYP Entertainment, untuk menghentikan praktik penjualan album plastik yang tidak ramah lingkungan.
Nayeon Kim menyatakan, “Kami meminta HYBE, sebagai penerima penghargaan, untuk mengubah strategi penjualan dan keterlibatan penggemar mereka. Ini merupakan kesempatan bagi HYBE untuk memimpin perubahan menuju industri yang lebih berkelanjutan.”
Para penggemar juga mengingatkan bahwa upaya perubahan yang telah dilakukan perusahaan hiburan, seperti mengubah format album atau menggunakan teknologi NFC, tidak cukup untuk menyelesaikan masalah keberlanjutan di industri K-pop.
Aka, anggota K-pop Covers Portugal, berharap HYBE merenungkan tindakannya dan benar-benar terlibat dalam diskusi dengan penggemar serta kolektor untuk mencari solusi yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Nurul Sarifah, juru kampanye Kpop4Planet di Indonesia, menegaskan bahwa industri K-pop tidak akan seperti sekarang tanpa dukungan penggemar.
“Saatnya HYBE mendengarkan suara dan harapan penggemar untuk memimpin transformasi industri K-pop yang lebih ramah lingkungan,”tegasnya.[AYK]

