RELUNG.ID – Pelantikan pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI Sumatera Selatan (YPLP PT-PGRI Sumsel) masa bakti 2026–2031 bukan sekadar seremonial. Kepengurusan baru langsung menegaskan arah kerja: pembenahan internal dan peningkatan kesejahteraan pegawai.
Pelantikan yang digelar di Gedung Guru Sumatera Selatan, Sabtu (18/4) pagi itu dipimpin Ketua Pembina YPLP PT-PGRI Sumsel, Dr Syarwani Akhmad.
Ketua YPLP PT-PGRI Sumsel, Erwanto, menyebut langkah awal yang akan dilakukan bukan program besar yang ambisius, melainkan fokus pada perbaikan mendasar.
“Yang pertama kita tingkatkan fasilitas pembelajaran, kemudian perbaiki administrasi. Masih banyak yang harus dibenahi,” ujarnya.
Menurutnya, pembenahan internal menjadi kunci sebelum mendorong lompatan kualitas. Tanpa fondasi yang kuat, sulit bagi lembaga pendidikan untuk bersaing di tengah tekanan era industri dan digital.
Selain itu, Erwanto menyoroti isu yang kerap luput: kesejahteraan pegawai. Ia menegaskan, peningkatan kualitas lembaga harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap tenaga pendukungnya.
“Kami ingin ada semangat baru, termasuk untuk mensejahterakan pegawai,” katanya.
Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga pendidik tetap menjadi agenda jangka panjang. Guru dan dosen dinilai sebagai ujung tombak yang menentukan daya saing lulusan.
“Ke depan kita fokus tingkatkan kualitas guru dan dosen,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pembina YPLP PT-PGRI Sumsel, Dr Syarwani Akhmad, mengingatkan bahwa tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya soliditas organisasi agar program yang dirancang tidak berhenti di atas kertas.
“Pengurus harus kompak, bertanggung jawab, dan terus berinovasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa lembaga pendidikan PGRI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan kualitas.
“PGRI harus menjadi lembaga yang unggul dan dipercaya masyarakat,” tegasnya. (DNP)

