RELUNG.ID — Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan, Arinarsa JS, mengungkapkan bahwa jumlah pemudik yang akan masuk ke Sumatera Selatan pada tahun ini diperkirakan akan naik sekitar 5 persen -7 persen.
Peningkatan ini terjadi karena tidak ada lagi kasus Covid-19, yang membuat masyarakat lebih leluasa dalam bepergian.
Arinarsa menjelaskan bahwa arus pemudik terbanyak masih berasal dari wilayah Pulau Jawa. Kenaikan jumlah pemudik ini diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan sebelum Lebaran, mulai dari Jumat (5/4) atau H-5. Sedangkan arus balik diprediksi akan terjadi mulai dari Ahad (14/4).
“Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 8 dan 9 April atau pada H-2 dan H-1. Sedangkan puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada H+3 atau 14 April. Saat puncak tersebut, kita akan menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan,” jelasnya.
Pada arus mudik tahun lalu, jumlah kendaraan yang masuk ke Sumsel mencapai 375.913 kendaraan, yang didapatkan dari pemantauan selama 11 hari dari 15 April 2023 hingga 25 April 2024.
Dari jumlah tersebut, kendaraan yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) sebanyak 4.716 kendaraan, jalan Tol Keramasan 159.609 kendaraan, jalan Tol Palembang-Indralaya 181.043 kendaraan, jalan non tol 29.018 kendaraan, dan bus yang masuk terminal sebanyak 1.526 kendaraan.
Sedangkan untuk jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi umum, tercatat sebanyak 98.761 orang yang masuk melalui penerbangan domestik, mengalami kenaikan 34 persen.
Dari Pelabuhan TAA sebanyak 19.796 orang atau naik 41 persen, dari terminal mencapai 42.011 orang atau naik 15 persen, dan melalui stasiun kereta api sebanyak 15.302 orang. [RG]

