RELUNG.ID — PT Pertamina (Persero) memberikan tanggapannya terhadap klaim bahwa tingginya harga tiket pesawat disebabkan oleh harga avtur yang mahal.
Menurut perusahaan pelat merah tersebut, harga jual avtur dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk harga minyak mentah dan kompleksitas distribusi di seluruh Indonesia.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menegaskan bahwa harga jual avtur tidak hanya ditentukan oleh harga minyak mentah, tetapi juga oleh kompleksitas penyaluran.
BACA Juga : Harga Emas Antam Kembali Menurun, Satu Gram Sentuh Rp1.138.000
“Sebagai negara kepulauan, penyaluran avtur di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk keamanan pasokan dan penyaluran ke bandara-bandara perintis, ” kata dia dikutip dari Rmol Sumsel, Sabtu (10/2).
“Meskipun demikian, Pertamina menjamin konsistensi dalam menjalankan kebijakan sesuai regulasi terkait Formula Harga Dasar avtur, ” tambahnya.
Irto juga menekankan bahwa Pertamina akan terus menjaga kompetitivitas dengan menawarkan harga publikasi yang lebih rendah dibandingkan dengan penyedia bahan bakar di Singapura.
BACA Juga : 3 Rangkaian KRL Akan Diimpor Indonesia dari Bejing
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, juga memberikan pandangannya terkait klaim tersebut. Sofyano menyatakan bahwa harga avtur di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan negara lain, termasuk Singapura.
Dia menjelaskan bahwa kondisi geografis yang beragam di Indonesia membuat penyaluran avtur menjadi rumit dan meningkatkan biaya logistik.
“Dengan mengingat luas wilayah kita dengan problem transportasi yang sedemikian rupa, harga avtur yang ada di kita punya masih standar, dibilang mahal sekali enggak, dibilang murah sekali tidak. Banyak negara lain yang kondisinya hampir sama dengan kita harganya lebih tinggi dari kita,” ujarnya.
Pernyataan dari PT Pertamina dan Sofyano Zakaria menjadi sorotan terkait klaim bahwa harga avtur menjadi penyebab harga tiket penerbangan yang tinggi.

