RELUNG.ID – Starbucks, salah satu jaringan kedai kopi terbesar di dunia bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
Hal ini disebabkan menurunnya permintaan atau penjualan di pasar utama seperti Amerika Seikat (AS) dan Tiongkok.
CEO Starbucks, Brian Niccol mengatakan, pemangkasan karyawan ini sebagai upaya untuk memulihkan kinerja perusahaan. Meski demikian, pihaknya belum merincikan jumlah karyawan yang bakal terkena dampak PHK tersebut.
Rencananya, rincian jumlah karyawan baru akan diumumkan pada awal Maret mendatang.
“Langkah ini tidak akan memengaruhi staf yang bekerja di kedai maupun investasi yang mendukung jam operasional toko,” katanya dikutip dari Reuters, Senin (20/1).
Menurutnya, struktur organisasi perusahaan saat ini terlalu kompleks, dengan banyaknya lapisan manajemen dan peran yang berfokus pada koordinasi. Hal ini memperlambat kinerja, sehingga perlu dilakukan evaluasi.
“Evaluasi ini akan dilakukan pada jabatan, struktur, dan ukuran tim pendukung secara global,” terangnya.
Seperti diketahui, Starbucks sebelumnya juga telah menangguhkan proyeksi keuangan untuk tahun 2025 pada Oktober tahun lalu.
Perusahaan ini juga berencana untuk melakukan perombakan pada sejumlah lokasi di AS, dengan menambahkan fasilitas seperti tempat duduk yang lebih nyaman, cangkir keramik, dan bar kopi yang mampu melayani pelanggan dalam waktu kurang dari empat menit. (EWJ)

